Rabu , Februari 21 2018
Home / Headline / 2.295 Dos Naskah Soal UN Belum Terdistribusi
Ilustrasi
Ilustrasi

2.295 Dos Naskah Soal UN Belum Terdistribusi

MAKASSAR – Sebanyak 2.295 dos naskah soal Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK sederajat belum didistribusikan oleh tim teknis pelaksana UN di Sulawesi Selatan.

Saat ini baru 93 dos dari 2.388 dos yang sudah diditribusikan pada 2 kabupaten, yakni Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dan Kebupaten Kepulauan Selayar, Kamis, 24 Maret 2016.

Dari data yang diberikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulsel, 93 dos naskah soal UN tersebut dikirim ke Kabupaten Selayar sebanyak 21 dos naskah soal SMA, 6 dos naskah soal SMK, 3 dos naskah soal Paket C, dan 1 dos naskah soal susulan.

Sedangkan yang dikirim ke Kabupaten Pangkep, terdiri dari naskah soal SMA 48 dos, SMK 5 dos, SMA Luar Biasa (SMA-LB) 2, Paket C sebanyak 8 dos, dan naskah ujian susulan 1 dos

Koordinator Teknis UN Disdik Sulsel, Firdaus Topuridi, menjelaskan selain sebanyak 2.388 dos naskah soal konvensional, juga terdapat 5 dos soal huruf braille untuk siswa SLB dan 24 dos CD listening untuk mata pelajaran bahasa inggris.

Pihaknya sengaja mendahulukan pendistribusian soal untuk kabupaten yang mempunyai daerah sulit dijangkau karena faktor geografis. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi keterlambatan pendistribusian soal ke sekolah-sekolah.

Lihat juga: Distribusi Naskah UN di Sulsel Ditarget Rampung 30 Maret

“Besok menyusul ke Luwu Raya. Tanggal 28 ke seluruh kabupaten kota minus Makassar, yang baru kan didistribusikan pada tanggal 29 Maret,” ujarnya di Makassar, Kamis, 24 Maret 2016.

Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Salam Soba mengatakan pada Desember lalu kepala dinas Provinsi dan kabupaten maupun perangkat pendidikan di seluruh Indonesia telah melakukan penandatanganan fakta integritas untuk menyelenggarakan UN secara jujur.

“Soal (UN) itu tidak boleh dibocorkan kepada suami/istri ataupun anaknya,” jelasnya.

Ia melanjutkan, distribusi soal ke kabupaten/kota belum dilengkapi dengan naskah cadangan. Hal itu untuk mengantisipasi dan mencegah naskah cadaangan itu dapat disalahgunakan oleh oknum tertentu.

Sehingga untuk mengantisipasi kekurangan soal yang ada di kabupaten/kota, pihaknya sudah meminta perwakilan PT Intermasa selaku perusahaan percetakan naskah UN untuk standby di Makassar.

“Begitu ada kekuaranga soal maka langsung dikirim ke daerah tersebut. Rawan sekali kalau ada naskah cadangan yang didistribusikan saat ini,” lanjutnya.

Syariat Tella

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …