Kamis , Februari 22 2018
Home / News / ACC Minta Kejati Tetap Pertahankan Independensi
Kajati Sulselbar, Hidayatullah (kedua kiri) memberikan pengarahan kepada jajaran Kejari Makassar, Selasa, 12 April 2016
Kajati Sulselbar, Hidayatullah (kedua kiri) memberikan pengarahan kepada jajaran Kejari Makassar, Selasa, 12 April 2016

ACC Minta Kejati Tetap Pertahankan Independensi

MAKASSAR – Anti Corruption Commuttee (ACC) Sulawesi menyoroti Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) yang menerima kedatangan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Husain Syam, saat melakukan kunjungan silaturahmi dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Hidayatullah, Selasa 31 Mei 2016.

‎Direktur ACC Sulawesi, Abdul Mutthalib mengatakan, meminta Kejati harus tetap menjaga independensinya sebagai penegak hukum. “Apalagi kan Rektor UNM sudah diperiksa dalam kasus dugaan korupsi oleh Polda,” kata Thalib-sapaan Abdul Mutthalib, kepada MAKASSARTERKINI.com Selasa 31 Mei 2016‎.

Lihat juga : Pertemuan Rektor UNM dan Kajati Dikecam

Menurut Thalib, sikap Kejaksaan cenderung tidak mampu menjaga ‎prinsip-prinsip independensinya sebagai penegak hukum. Dia juga meminta pihak kejaksaan menolak segala permintaan rektor UNM dalam silaturahmi itu sampai menunggu proses hukum di Polda tuntas.

“Silaturahmi dalam konteks apa, urgensinya kampus ketemu-ketemu penegak hukum dalam konteks apa? Yang parah kok Kejati mau juga menerima pihak kampus UNM. Tidak ada urgensinya,” tegas Thalib.

Kepala Seksi Perangan Hukum (Kasipenkum) Sulselbar mengatakan, bahwa kunjungan itu terpisah dalam soal penegakan hukum‎. Pihaknya tetap berkomitmen dan tetap profesional dalam penegakan hukum yang berkaitan dengan tugas pokoknya.

“Pertemuan itu tidak terlepas dari hal penegakan hukum. Jadi kunjungan tadi, tidak bisa mengentervensi masalah penegakan hukum yang ada di ‎Kejaksaan Tinggi. Itu tidak ada sama sekali,” terangnya.

Dia pun mengatakan dalam pertemuan itu tidak ada sama sekali membahas masalah lain selain silaturahmi, dan pertemuan itu juga tidak berlangsung lama, sekitar 20 menit, kemudian setelah itu Rektor beserta jajarannya berpamitan meninggalkan gedung kejaksaan tinggi.

“Pertemuan itu hanya sekedar silaturahmi tidak lebih. Saling memperkenalkan, diakan rektor yang baru,” tutupnya.

Herman Kambuna

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …