Kamis , Februari 22 2018
Home / Headline / AJI Makassar Suarakan Beda Itu Hak
Anggota AJI Makassar berunjuk rasa memperingati hari Kebebasan Pers Sedunia di Fly Over Makassar, Selasa 3 Mei 2016 / Arul Ramadhan
Anggota AJI Makassar berunjuk rasa memperingati hari Kebebasan Pers Sedunia di Fly Over Makassar, Selasa 3 Mei 2016 / Arul Ramadhan

AJI Makassar Suarakan Beda Itu Hak

MAKASSARTERKINI.com – Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar menggelar unjuk rasa di Fly Over bilangan jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Selasa 3 Mei 2016.

Ketua Umum AJI Makassar, Gunawan Mashar, mengungkapkan jika unjuk rasa yang digelar dalam rangka memperingati hari Kebebasan Pers Sedunia ini mengusung tema “Beda itu Hak” karena melihat kondisi yang terjadi selama ini, bahwa perbedaan merupakan sebuah hak yang tak lazim dipahami oleh sebagian orang.

Lihat juga: Wah.. Ada Anggaran Pembinaan Wartawan di Pangkep, Nama Jurnalis Dicatut

“Setiap tahunnya AJI memperingati ini kenapa beda itu hak adalah tak ada kekerasan di dalam perbedaan, jangan gunakan kekerasan di dalam menanggapi perbedaan,” ujarnya saat di lokasi unjuk rasa.

Menurutnya, banyak hal yang belakangan terjadi, di Makassar hanya karena persoalan perbedaan. Ia mencontohkan seperti pembubaran diskusi oleh pihak yang intoleran serta beberapa kasus lain seperti memenjarakan jurnalis yang memasang status media sosial.

“AJI Makassar juga berunjukrasa untuk memperjuangkan kebebasan jurnalis untuk memperoleh informasi dan menyebarluaskan informasi. Jika menyangkut hak publik,
harusnya jangan diututupi. Tapi memang ada protapnya, jika mengganggu penyidikan, bisa ditutupi. Kecuali menyangkut hak publik harus terbuka,” terangnya.

Senada diungkapkan salah seorang jurnalis Makassar, Raani Ayuu, jika hal lain yang juga diperjuangkan jurnalis adalah kekerasan yang dilakukan aparat dan mahasiswa terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas.

Lihat juga: Jurnalis Harus Perkuat Data di Era Banjir Informasi

Ia mengatakan jika beberapa kasus kekerasan terhadap jurnalis, aparat terkadang mengabaikan proses hukum yang mengacu pada UU Pers nomor 40 tahun 1999.

“Disayangkan karena pada saat proses hukum, mereka tidak menggunakan UU Pers,” jelas Wartawan Harian Kompas itu.

Arul Ramadhan

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …