Selasa , Januari 23 2018
Home / News / Aswas Kejati Dapat 68 Pegawai Kejari Makassar Telat Ngantor
Asisten Bidang Pengawasan Kejati Sulselbar, Heri Jerman, saat sidak di kantor Kejari Makassar, Rabu 15 Juni 2016 / Herman
Asisten Bidang Pengawasan Kejati Sulselbar, Heri Jerman, saat sidak di kantor Kejari Makassar, Rabu 15 Juni 2016 / Herman

Aswas Kejati Dapat 68 Pegawai Kejari Makassar Telat Ngantor

MAKASSAR – Asisten Bidang Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar, Heri Jerman, melakukan sidak ke Kejaksaan Negeri Makassar untuk mengecek kesiapan pegawai, Rabu 15 Juni 2016.

Kedatangan Heri Jerman di kantor Kejari Makassar sekitar pukul 07.30 Wita. Ia langsung standby di meja piket kantor Kejari Makassar. Melihat beberapa pegawai kejaksaan yang tidak memakai seragam lengkap, Hery Jerman langsung menegurnya.

Setelah itu, tepat pukul 08.00 Wita, Heri langsung mengecek tingkat kehadiran pegawai Kejari Makassar. Hasilnya, sebanyak 68 orang yang terlambat masuk kantor dan tanpa keterangan jumlahnya mencapai 40 orang.

Selanjutnya Heri, menyiapkan lembaran surat pernyataan yang langsung disodorkan kepada pegawai yang terlambat masuk kantor di antaranya, Kasi Datun, Mas’ud untuk menandatangani surat pernyataan yang isinya antara lain tidak akan terlambat lagi dan akan taat serta patuh pada ketentuan jam kerja.

Sedangkan yang tidak ada keterangannya. Surat Pernyataan sudah dititipkan kepada Kepala Kejari Makassar, Dedy Suwardy Surachman, untuk disampaikan kepada yang bersangkutan dan besok sudah harus diserahkan ke Aswas.

Selanjutnya, Heri langsung memberi arahan kepada seluruh pegawai yang hadir, untuk mengingatkan kepada seluruh pegawai kejaksaan. “Meski puasa jangan menyurutkan semangat kerja, karena gaji yang diterima tetap sama jika tidak bulan puasa,” kata Heri Jerman.

Hery mengatakan langkah-langkah yang dilakukannya ke depannya berharap akan menjadi shock terapy bagi seluruh pegawai kejaksaan.

“Bahwa kedisiplinan jangan dijadikan suatu keterpaksaan tapi harus berdasarkan pada kebiasaan dan kesadaran diri,” pesannya kepada pegawai Kejari Makassar.

Setelah briefing, Aswas menyempatkan diri melihat-lihat ke ruang berkas perkara dan memantau Case Management System yaitu pengendalian penanganan perkara yang menurut Aswas sudah lebih baik daripada 3 bulan sebelumnya.

Herman Kambuna

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …