Selasa , Januari 23 2018
Home / Komunitas / Begini Sejarah Terbentuknya HijabersMom Community
Kunjungan Hijabers Mom Community ke Kantor MAKASSARTERKINI.com
Kunjungan Hijabers Mom Community ke Kantor MAKASSARTERKINI.com

Begini Sejarah Terbentuknya HijabersMom Community

MAKASSARTERKINI.com – Komunitas hijab di Indonesia terus bermunculan terutama setelah didirikannya Hijabers Community (HC) oleh para desainer muda sukses Tanah Air seperti Dian Pelangi, Ria Miranda, dan Jenahara. Adanya komunitas tersebut berguna untuk berbagi pengalaman, meningkatkan kemampuan, serta memperluas pertemanan yang bagus untuk peluang bisnis ke depannya.

Setelah HC sukses menjaring banyak hijabers muda untuk bergabung dan mengadakan berbagai kegiatan lalu muncul Hijabers Mom Community (HMC). Jika HC ditujukan buat para wanita berhijab muda dengan rata-rata usia sekitar 17 sampai 30 tahun, HMC didirikan agar wanita di atas usia tersebut bisa memiliki tempat untuk mengasah kemampuan serta mengembangkan dirinya.

Salah satu penggagas HMC, desainer yang tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Indonesia (APPMI), Monika Jufry, mengatakan bahwa HMC dibentuk awalnya karena merasa wanita dengan usia dewasa atau paruh baya perlu wadah untuk saling berbagi.

“Awalnya HijabersMom terbentuk karena HC kan umurnya beda banget ya sama kita, isinya anak-anak kuliah, nah ini umur 30 tahun ke atas mau dikemanain jadi bentuk saja yuk. Terus kita share saja ke grup masing-masing di BB waktu itu ternyata repsonnya bagus banget. Akhirnya launching lah HijabersMom, sebenarnya tujuannya ingin menyediakan wadah untuk ukhuwah, saling berbagi, meningkatkan kreativitas, dan mengeksplor kemampuan dari anggota,” tutur Monika saat berbincang dengan Wolipop di workshop label perdananya ‘Sessa’ beberapa waktu lalu, kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Desainer 39 tahun itu melanjutkan, awal berdirinya HMC memang cuma berlima yaitu Irna Mutiara, Hannie Hananto, Najua Yanti, Jenny Tjahyawati, dan dirinya sendiri. Setelah diperkenalkan secara resmi ke publik, HMC kini sudah memiliki anggota ribuan bahkan lokasinya tak hanya ada di Jakarta tapi juga sudah tersebar luas di 21 wilayah seperti Palembang, Medan, Bogor, Bekasi, Depok, Padang, Palembang, Riau, Batam, Semarang, Solo, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, hingga Lombok.

Monika pun mengatakan kalau anggota HMC terus bertambah dan bila diperhitungkan sudah lebih dari 8 ribu wanita. Banyaknya anggota membuat HMC dari berbagai wilayah tersebut terus aktif dengan kegiatan yang positif serta meningkatkan pengembangan diri masing-masing anggota yang tentu sudah bersuami.

“Per daerah kita bebaskan untuk mengembangkan diri masing-masing tapi kegiatannya harus dikoordinasikan ke pusat. Yang utama biasanya pengajian, kegiatan sosial, tapi yang rutin itu tiap bulan pasti pengajian. Kita juga ada acara talkshow, demo masak, jadi nggak hanya kumpul-kumpul doang,” ujar wanita lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti itu.

Kegiatan sosial yang dilakukan setiap daerah berbeda-beda dan biasanya selalu dikoordinasikan ke HMC pusat di Jakarta. Misalnya saja, HMC Bali butuh bantuan dana untuk anak kurang mampu yang tidak memiliki biaya ke rumah sakit. Bantuan dana tersebut nantinya tidak hanya dicarikan oleh anggota yang di Bali tapi juga seluruh Indonesia. Dengan cara ini, bantuan dana lebih mudah didapatkan dan bisa membangun relasi antara anggota di satu wilayah dengan lainnya.

Selain itu, beragam profesi yang dimiliki oleh anggota HMC bisa menjadi sarana untuk bertukar pendapat hingga peluang bisnis. “Jadi kita juga punya sodara di mana-mana dan karena lintas profesi kan nggak cuma desainer, ada dokter gigi, EO (event organizer), ada yang pintar masak, yoga, fotografer, bahkan ada beberapa yang bisa dijadiin model,” tambah Monika seraya tersenyum.

Di akhir perbincangan, Monika mengajak para wanita yang sudah menikah baik yang telah memiliki anak atau baru membangun rumah tangga untuk bergabung menjadi anggota HMC. Syaratnya hanya berusia 25 tahun ke atas, berhijab, dan sudah menikah.

Suriani Echal Panca

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …