Rabu , Februari 21 2018
Home / Headline / BNN Akan Periksa Ulang Haji Nasri
Sampel darah, rambut, dan bulu ketiak perwira Kodam VII Wirabuana diambil BNN Jumat 8 April 2016 / Foto : Prayudha
Sampel darah, rambut, dan bulu ketiak perwira Kodam VII Wirabuana diambil BNN Jumat 8 April 2016 / Foto : Prayudha

BNN Akan Periksa Ulang Haji Nasri

MAKASSAR – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulsel akan mempelajari hasil tes urine Kesdam VII/Wirabuana terhadap Haji Nasri bersama empat rekannya, yang diamankan bersama Komandan Kodim 1408/BS Makassar, Kolonel Inf Jefry Oktvian Rotty di salah satu hotel di Makassar.

Kepala BNN Sulsel, Brigjen Pol Agus Budiman Manalu mengatakan, berkas hasil tes urine dari Kesdam tetap akan menjadi dasar dalam pemeriksaan lanjutan terhadap kelima warga sipil tersebut. Sebab pemeriksaan yang mereka lakukan tak berselang lama setelah mereka diamankan.

Sementara BNN baru melakukan tes urine terhadap kelima warga sipil tersebut setelah beberapa jam setelah diamankan di Pomdam VII/Wirabuana. Agus mengatakan, BNN memang tidak melakukan penahanan terhadap kelima warga sipil saat usai menjalani tes urine di BNN pada Rabu lalu. Meski demikian, proses pemeriksaan mereka tetap berlanjut di BNN Sulsel.

Lihat juga : Tidak Hanya Air Kencing, Bulu Ketiak Pun Dijadikan Sampel BNN

“Penyampaian bahwa ada yang positif dan negatif itu, kita akan ambil bisa dari yang Kesdam punya pada awalnya. Nanti kita lakukan pengecekan lagi, ambil lagi orang tersebut untuk kita lakukan pengecekan lebih lanjut,’ kata Agus Budiman Manalu, Jumat 8 April 2016.

Agus Budiman Manalu juga menyebutkan, berkaitan dengan tidak pidana akan dilihat pada perkembangan proses pemeriksaan lanjutan. Apabila dalam hasil pemeriksaan antara data Kesdam dan BNN Sulsel terdapat bukti kuat untuk dilakukan penahanan, maka pihaknya akan melakukan penahanan.

“Kita lihat dulu prosesnya, jangan sampai kita menahan tidak sesuai prosedur. Kalau berkaitan dengan tindak pidana, kita berhak menahan mereka selama enam hari dalam Undang-Undang. Jadi kalau memang kuat kita lakukan penahanan,” ujarnya.

Lihat juga : Ini Pembelaan Pengusaha yang Ditangkap Dengan Komandan Kodim

Agus Budiman Manalu pun menegaskan bahwa BNN tidak memiliki kewenangan melakukan razia terhadap prajurit TNI. Sebab, TNI memiliki aturan internal dalam peradilan militer terhadap pelanggaran dan penjatuhan sanksi.

Diketahui, hasil tes urine Kesdam dan BNN Sulsel berbeda terhadap lima warga sipil itu. Dari hasil tes urine Kesdam, hanya satu orang saja yang hasil tes urinenya negati. 4 lainnya positif. Berbeda, hasil tes urine BNN justru sebaliknya, 4 orang dinyatakan negatif dan hanya satu yang positif.

Prayudha

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …