Rabu , Januari 24 2018
Home / News / Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang ada di wilayah yang rawan banjir, Senin 17 Oktober 2016.

Hal ini diungkap Iksan saat memberikan sambutan dalam launching empat alat berat di kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU), Jalan Pelita, berdasarkan data yang ia terima dari  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulsel.

“Bulan 11 akan datang, menurut ramalan BMKG, Kabupaten Jeneponto akan mengalami musibah banjir, perlu kita waspadai itu semua wilayah wilayah banjir,” ujarnya.

Untuk itu, Iksan meminta Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Jeneponto memberitahukan ini ke istansi lain. “Kepada BPBD agar mengantisipasi (vuaca) dan bisa berkoordinasi dengan instansi-istansi lain,” tegasnya.

Kepala BPBD Jeneponto Anwar membenarkan akan adanya banjir akibat curah hujan di Jeneponto cukup tinggi. “Benar itu, makanya kami himbau untuk mengantisipasi,” ujarnya.

Anwar menambahkan, pihaknya sudah siap siaga serta sudah membentuk tim reaksi cepat jika bencana tersebut terjadi. Hanya, meski BMKG memprediksi banjir di Jeneponto, namun ia berharap hal itu tidak terjadi.

“Surat dari BMKG sudah kita terima, peralatan mulai perahu dan tim reaksi cepat sudah ada, tetapi bencana itu tidak bisa kita prediksi kapan datang. Namun kalau dibilang siaga itu harus,” katanya.

Dalam surat  rekomendasi BMKG, curah hujan terjadi November-Desember 2016 sangat tinggi “Titik rawan banjir yang kita antisipasi masyarakat yang tinggal di pinggiran aliran sungai,” ujarnya.

Sementara wilayah yang dianggap rawan banjir berada di empat  Kecamatan di Jeneponto. “Yang rawan di Kecamatan Tarowang, Binamu, Tamalatea, dan Bangkala,” jelas Anwar. (C)

Syarif

Check Also

Kabupaten Pangkep / MAKASSARTERKINI.COM

Bupati Pangkep akui coret kegiatan pro rakyat di APBD

PANGKEP – Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid mengaku mencoret sejumlah kegiatan dalam APBD 2016 yang …