Rabu , Januari 24 2018
Home / Headline / Celebes Travel Mart 2016 diikuti buyers se-Asia Tenggara
Celebes Travel Mart (CTM) akan kembali dilaksanakan untuk ketiga kalinya di Hotel Grand Clarion Makassar, 21-24 September 2016. Kegiatan rencananya akan dihadiri buyers se-Asia Tenggara. / Arul Ramadhan
Celebes Travel Mart (CTM) akan kembali dilaksanakan untuk ketiga kalinya di Hotel Grand Clarion Makassar, 21-24 September 2016. Kegiatan rencananya akan dihadiri buyers se-Asia Tenggara. / Arul Ramadhan

Celebes Travel Mart 2016 diikuti buyers se-Asia Tenggara

MAKASSAR – Celebes Travel Mart (CTM) akan kembali dilaksanakan untuk ketiga kalinya di Hotel Grand Clarion Makassar, 21-24 September 2016. Kegiatan rencananya akan dihadiri buyers se-Asia Tenggara.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sulawesi Selatan (Sulsel) Devo Khadafi mengatakan, CTM kali ini mengangkat tema “Explore the Wonderful Highland of South Sulawesi”. Dalam pelaksanaan CTM 2016, pihaknya bekerja sama dengan semua stakeholder pariwisata, termasuk Persatuah Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Asociation of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita).

“Semoga kegiatan ini lebih baik dari tahun lalu,” harap Devo, saat konfrensi pers CTM di Kantor Dinas Pariwisata Sulsel, Senin (5/9/2016).

Ia mengungkapkan, nilai transaksi tahun lalu sekitar Rp 1 miliar. CTM merupakan event bisnis to bisnis, mempertemukan buyers dan seller, yang kemudian dihitung nilai transaksinya di akhir acara.

“Sejauh ini yang sudah konfirmasi dari Singapura, Malaysia, dan Timur Tengah. Kami masih menunggu buyers dari mancanegara lainnya, khususnya operator dari Eropa. Kami harap, tahun ini bisa ada kenaikan 25 persen dari nilai transaksi tahun lalu,” ujar Devo.

Sementara itu, Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga mengatakan, jika untuk mengukur sebuah kegiatan profesional, bisa dilihat dari bagaimana kegiatan dilaksanakan berkesinambungan. Pihaknya mengapresiasi Dinas Pariwisata bersama stakeholder terkait, yang membuat pelaksanaan event CTM berkelanjutan.

“Sebenarnya tidak menjadi fokus kita soal transaksi, tetapi yang perlu dijaga adalah value yang tidak terlihat atau potensi dari pariwisata khususnya fasilitas,” katanya.

Ditanya terkait apa kontribusi PHRI dalam event CTM, Anggiat menjelaskan PHRI akan memberi kontribusi riil dan berharap seluruh hotel bisa mempromosikan hotelnya di semua buyers. Jika diatur dengan baik, akan memberikan nilai tambah terhadap potensi pariwisata Sulsel.

Selain itu, PHRI juga sudah menyiapkan paket harga khusus. “Kami akan memberikan diskon antara 20 persen hingga 25 persen. Di luar event ini tentunya kembali ke harga normal,” urai Anggiat.

Menurutnya, CTM memberikan manfaat akan lahirnya diversifikasi pasar. Jika sebelumnya pihak perhotelan hanya bertumpu pada anggaran pemerintah, pasar bergerak positif pasca CTM.

“Kalau dulu sangat pasif, sekarang lebih baik. Bahkan, maskapai penerbangan bersedia menambah frekuensi penerbangan,” ungkap Anggiat.

Ketua DPD Asita Sulsel Didi L Manaba menambahkan, pada pelaksanaan CTM ketiga tahun ini, buyers yang akan datang baik dari Asia Tenggara  maupun Timur Tengah sangat besar. Travel agent yang akan datang bukan travel agent yang sudah datang, tetapi operator baru yang tentunya berkomitmen untuk mempromosikan dan menjual pariwisata Sulsel.

“Kami target buyers sekitar 60 dan seller 30. Asita sudah membekali diri dengan paket-paket wisata. Tetapi, kami akan menyiapkan paket wisata baru, yang beda dari tahun-tahun sebelumnya. Tentunya, menyesuaikan dengan permintaan pasar,” imbuhnya.

Arul Ramadhan

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …