Kamis , Februari 22 2018
Home / News / Danny – Ahok Pembicara di IFC 2016
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama yang akrab disapa Ahok menjadi pembicara di Indonesia Infrastructure Finance Conference (IFC) 2016, di Grand Hyatt, Jakarta, Rabu, 25 Mei 2016
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama yang akrab disapa Ahok menjadi pembicara di Indonesia Infrastructure Finance Conference (IFC) 2016, di Grand Hyatt, Jakarta, Rabu, 25 Mei 2016

Danny – Ahok Pembicara di IFC 2016

MAKASSAR – Wali kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama yang akrab disapa Ahok menjadi pembicara di Indonesia Infrastructure Finance Conference (IFC) 2016, di Grand Hyatt, Jakarta, Rabu, 25 Mei 2016.

Ahok memaparkan tentang konsep Jakarta, khususnya reklamasi pantai, dan kebijakan yang ditempuh oleh pemerintahannya yang oleh sebagian pihak dinilai sebagai kebijakan yang tidak populis dan cenderung tak berpihak kepada rakyat.

Meski berbeda pulau, Ahok cukup memperhatikan capaian pemerintahan Danny Pomanto. Ia memuji makassar yang telah menerapkan Makassar Public Private Partnership yang dapat meningkatkan animo investor untuk berinvestasi di makassar.

Pemimpin daerah ibu kota Indonesia itu mengatakan Makassar menjadi salah satu kota terbaik di Indonesia untuk berinvestasi atau sebagai Best Investment City.

Lihat juga : Kejari Kembali Periksa 14 Camat

Sementara itu, wali kota Danny mengawali pembahasannya dengan memaparkan posisi strategis Makassar di mata nasional dan internasional.

Danny juga menjelaskan tentang konsep partisipasi publik yang dapat menguatkan ketahanan ekonomi daerah yang berujung pada ketahanan nasional.

“Pembangunan Makassar dimulai dari lorong sebagai sel kota. Program lorong garden yang telah berjalan selama dua tahun mampu mendorong partisipasi publik di dalamnya. Ke depannya program ini akan mengembangkan produk pangan tertentu yang bernilai ekonomis sehingga swasembada pangan dapat dibangun dari lorong – lorong Makassar,” papar Danny.

Produk pangan yang dimaksud Danny semisal cabe, tomat, terong, dan jenis sayuran lainnya. Cabe meskipun kecil namun dapat berkontribusi pada laju inflasi. Jika terjadi kelangkaan di pasar, hal itu dapat memicu terjadi inflasi di dalam negeri.

Kesempatan berbicara di depan ratusan delegasi yang mayoritas berasal dari CEO perusahan nasional dan internasional dimanfaatkan Danny untuk mengeksplorasi program pemerintah kota Makassar yang dapat menjadi peluang investasi yang menjanjikan bagi pengusaha.

Tahun ini menjadi tahun infrastruktur bagi Makassar. Sejumlah perencanaan pembangunan di bidang infrastruktur dan suprastuktur bakal direalisasikan tahun ini. Penataan Nusantara sebagai kawasan kuliner, penataan pedistrian Makassar, Singarana lorongta, TPA Bintang Lima, seluruhnya membutuhkan investasi yang tak kecil nilainya. Seluruh program yang digagas Danny bersama pemerintahannya ditujukan untuk Makassar Dua Kali Tambah Baik.

Herman Kambuna

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …