Senin , Januari 22 2018
Home / News / Design Thinking sebagai langkah solutif startup digital di Makassar
Workshop Design Thinking pada Road to Gerakan 1.000 Startup Digital di kampus STMIK Kharisma diikuti pelaku startup digital Makassar. / Andini Ristyaningrum
Workshop Design Thinking pada Road to Gerakan 1.000 Startup Digital di kampus STMIK Kharisma diikuti pelaku startup digital Makassar. / Andini Ristyaningrum

Design Thinking sebagai langkah solutif startup digital di Makassar

MAKASSAR – Guna menciptakan sebuah startup yang sustainable dan berdampak untuk orang lain, tidak hanya dibutuhkan mental yang kuat untuk menghadapi kegagalan. Design thinking menjadi solusi utama dalam hal ini karena sangat diperlukan dalam membangun sebuah startup digital.

Hal itu diungkapkan inisiator Forum Web Anak Bandung (FOWAB) Yohan Totting yang hadir sebagai pembicara pada workshop Road to Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital.

“Dalam prosesnya, startup perlu melakukan banyak riset yang pastinya mengeluarkan banyak biaya, waktu dan tenaga,” terangnya.

Menurut Yohan, Makassar sendiri merupakan salah satu kota dengan ekosistem startup digital terbaik di Indonesia. Oleh karena itu, materi design thinking dinilai perlu untuk diterima para pelaku startup digital di Makassar.

“Selain Makassar, ada tiga kota lainnya yang sudah menerima materi design thinking, yaitu Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta melalui tahapan workshop,” jelas Yohan pada workshop yang berlangsung di kampus STMIK Kharisma, Makassar dalam rangkaian program Road to Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital.

Design thinking memiliki konsep build, learn, and measure dengan strategi yang prosesnya singkat dan minim biaya. Makanya, dengan design thinking, peserta akan mengidentifikasi dan memetakan masalah yang ingin mereka pecahkan sampai nantinya mereka menemukan alternatif solusi atas masalah tersebut.

“Pada dasarnya, design thinking merupakan kerangka yang menstrukturisasi proses brainstorming untuk memvalidasi ide yang bisa menjawab masalah yang ada,” tambah Yohan.

Kerangka dan struktur proses itulah yang bisa mempercepat validasi ide karena dilakukan secara full dan fokus selama beberapa hari. “Biasanya, tiga hingga empat hari. Harapannya design thinking bisa membantu tim memikirkan solusi dengan lebih efisien,” jelasnya.

Dalam melakukan design thinking, ada lima tahapan yang harus dilalui. Yohan menguraikan “Understand” menjadi tahapan pertama. Di sini, peserta akan memahami masalah yang benar-benar ada di lapangan.

Tahap kedua adalah “Diverge”, yaitu menggali lebih lanjut masalah yang sudah didapati dengan mencari solusi dari masing-masing anggota sebanyak mungkin. “Tahap ini menjadi efektif dengan cara meminta seluruh anggota tim membuat draft kasar tentang bagaimana seharusnya ide tersebut berjalan dalam bentuk aplikasi,” ungkapnya.

Tahap selanjutnya adalah “Decide”, seperti namanya decide adalah tahap penentuan. Di tahap ini dilakukan sistem voting untuk menemukan rancangan mana yang terbaik.

Tahap keempat “Prototype”, tahap ini tim developer akan membuat prototype dari desain yang sudah ditentukan di tahapan sebelumnya. “Prototype ini sekadar menampilkan secara kasar, bagaimana tampilan fitur utama dari aplikasi yang ingin diluncurkan tersebut,” terangnya.

Sementara, tahap kelima an adalah “Validate”, prototype yang sudah jadi dilempar ke para tester, dengan tujuan mendapatkan feedback dari mereka, apa saja hal yang bagus dan apa saja yang kurang.

Lebih lanjut, Yohan menjelaskan, pada dasarnya design thinking dilakukan selama lima hari, tetapi dalam Road to Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital Makassar ini, lima tahapan design thinking tersebut dipelajari selama dua hari saja.

“Hasil dari design thinking ini secara cepat bisa dikembangkan karena sudah mengalami proses prototype dan validasi pengguna,” terang Yohan.

Diketahui, Gerakan 1.000 Startup Digital merupakan sebuah gerakan untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi The Digital Energy of Asia di 2020 dengan mendirikan 1.000 startup yang menjadi solusi atas berbagai masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. (A)

Andini Ristyaningrum

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …