Sabtu , Februari 24 2018
Home / News / Destinasi Wisata Indonesia Menarik Tapi Terkendala Sarana Pendukung
Tampilan aplikasi pariwisata
Tampilan aplikasi pariwisata

Destinasi Wisata Indonesia Menarik Tapi Terkendala Sarana Pendukung

MAKASSARTERKINI.com – Sektor pariwisata di Indonesia berpeluang dan sangat menjanjikan untuk menambah devisa negara. Oleh karena itu pemerintah terus berkomitmen untuk mengawal industri tersebut untuk bisa dikembangkan.

Anggota komisi X DPR RI, Junico Siahaan, saat hadir di acara Workshop Target 100 Juta Wisatawan Chinese ke Indonesia, di Grand Clarion Makassar beberapa waktu lalu, mengatakan pihaknya akan terus berkomitmen mengawal industri pariwisata hingga ke pemerintah pusat, agar pariwisata di seluruh Indonesia dapat dikembangkan dengan baik.

“Kita harus memiliki visi jelas tentang kepariwisataan. Jika kita tidak punya visi pariwisata sama saja kita tidak memiliki Karunia Tuhan. Destinasi sudah ada namun tidak terkelola dengan baik padahal negeri kita punya distinasi yang begitu bagus untuk dijual dan tidak kalah indah dengan destinasi yang ada di negara-negara lainnya, seperti pantai dan gunung, air terjun serta destinasi lainnya,” kata Nico.

Menurut Nico, destinasi di Indonesia sangat bagus dan didukung pemerintah dalam hal ini Kementrian Pariwisata yang lagi gencar-gancarnya mempromosikan destinasi wisata di seluruh indonesia dan ke luar negeri.

“Visi Menteri  kita cukup bagus serta hitungan pariwisata untuk mempromosikan sudah sangat bagus, tinggal bagaimana kita  menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo, visi pariwisata secara nasional. Jadi semua kepala daerah harus memiliki visi pariwisata,” jelasnya.

Selawesi Selatan, kata dia, banyak yang bisa dijual, seperti pantai, tari-tarian, gunung, air terjun dan yang paling dikenal di manca negara adalah Tana Toraja dengan adat istiadatnya  seperti Rambusolo. Hanya saja akses menuju ke sana sangat membutuhkan waktu yang lama. “Oleh karena itu,  kami dari komisi X DPR RI siap mengawal dan memediasi permasalahan ini, misalnya lahan pengadaan bandara yang terjadi di Toraja saat ini,” ucapnya.

Sementara Staf ahli bidang Kemaritiman, Syamsul Lussa, menjelaskan, Sulsel memiliki pasar dari negara Amerika dan China, namun terkendala dengan sarana penerbangan langsung dari kedua negara, sehingga harus transit di Singapura dan Malaysia.

“Kurangnya kunjungan ke daerah lain, disebabkan karena aksebilitasnya menuju ke sana kurang memadai. Bayangkan Turis dari Amerika dan China harus menempuh jarak yang jauh, dan sampai di Makassar naik bus ke Toraja  ber jam-jam, ini yang akan menjadi tanggung jawab pemerintah bagaimana semua destinasi bukan hanya di Sulsel tapi semua destinasi akses menuju ke sana harus memadai,” ujar Syamsul Lussa.

Syamsul Lussa menyebut, Indonesia memiliki pariwisata yang bagus, namun pariwisata itu akan tinggal begitu saja tanpa dikelola dengan baik, mulai dari perbaikan inprasturktur hingga pembenahan wisata itu sendiri.

Suriani Echal Panca

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …