Sabtu , Februari 24 2018
Home / Headline / Dijemput Paksa, Tersangka Korupsi Sambung Pucuk Dijebloskan ke Lapas
Tersangka Saksi Manoppo dalam perkara pengadaan Bibit Sambung Pucuk dibawa ke Lapas ‎oleh tim penyidik kejaksaan tinggi Sulselbar untuk ditahan / Foto : Herman Kambuna
Tersangka Saksi Manoppo dalam perkara pengadaan Bibit Sambung Pucuk dibawa ke Lapas ‎oleh tim penyidik kejaksaan tinggi Sulselbar untuk ditahan / Foto : Herman Kambuna

Dijemput Paksa, Tersangka Korupsi Sambung Pucuk Dijebloskan ke Lapas

MAKASSAR – Setelah dilakukan jemput paksa oleh tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), pejabat pembuat komitmen (PPK) Saksi Manoppo yang merupakan tersangka dalam proyek pengadaan bibit kakao sambung pucuk, akhirnya resmi menjadi tahanan kejaksaan.

Sebelumnya, Saksi Manoppo diperiksa sebagai tersangka setelah dijemput di Rumah Ibnu Sina, Senin 18 Juli 2016 sekitar pukul 14.00 Wita, untuk diambil keterangannya sebagai tersangka di lantai 5 gedung kejaksaan tinggi ruang bidang pidana khusus (pidsus) selama 4 jam. Setelah pemeriksaan dia pun dinyatakan tersangka dan resmi menjadi tahanan kejaksaan.

Dari ruangan pemeriksaan tersangka digiring oleh rombongan tim penyidik ke mobil, untuk kemudian dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sari.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Salahuddin mengatakan, alasan penahanan, tim penyidik berkesimpulan bahwa untuk kelancaran penanganan perkara maka tim penyidik melakukan penahanan terhadap tersangka, Saksi Manoppo. “Kita berbicara syarat objektif dan subjektif memang memungkinkan dilakukan penahanan,” kata Salahuddin.

Lihat juga : Tim Ahli Bakal Dalami 6 Kecamatan Usut Proyek Gendang Dua

Selain itu, Salahuddin melanjutkan, bahwa alasan tim penyidik juga melakukan penahanan dengan alasan barang bukti tidak hilang dan tidak mengulangi untuk mempermudah kelancaran penyidikan perkara. “Jadi kalau kita butuh berita acara tambahan ‎kita tinggal jemput lagi,” tambah Salahuddin.‎

IMG-20160718-WA0017

Salahuddin menjelaskan, bahwa posisi tersangka Saksi Manoppo dalam perkara ini, ‎yaitu selaku ketua penyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek ini. “Jadi tugasnya dia ada dua diperkara ini,” tutur Salahudddin.

Kerugian negara yang ditimbulkan dalam proyek ini, lanjut Salahuddin, sebanyak 4 Miliar rupiah dari total anggaran sebesar 18 miliar, namun kerugian negara ini akan terus meningkat. “Yang jelas kerugian negara 4 Miliar ke atas. Ini kita masih telusuri terus,” tutupnya.‎

Diketahui, Kejaksaan Tinggi Sulselbar mengusut dugaan Korupsi pengadaan sambung pucuk kakao tersebut yang terjadi di lima kabupaten diantarannya Kabupaten Soppeng, Kabupaten Bone, Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara, dan Kabupaten Bantaeng dengan menggunakan angaran APBD tahun 2015 sebesar Rp 18 Miliar.

Herman Kambuna

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …