Rabu , Februari 21 2018
Home / News / Dikenal rendah hati, ratusan anggota pecinta alam antar jenazah karyawan PT Seko Prima ke pemakaman
Pemakaman karyawan PT Seko Prima, Dadang Dermawan (32) diantar sejumlah anggota Mapala UMI‎, Jumat (26/8/2016) / Herman
Pemakaman karyawan PT Seko Prima, Dadang Dermawan (32) diantar sejumlah anggota Mapala UMI‎, Jumat (26/8/2016) / Herman

Dikenal rendah hati, ratusan anggota pecinta alam antar jenazah karyawan PT Seko Prima ke pemakaman

MAKASSAR – Karyawan PT Seko Power Prima, Dadang Dermawan (32) yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa oleh warga di Sungai Kakea, Dusun Sae, Desa Embonatana, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, juga terdaftar sebagai anggota Mapala UMI‎ Makassar.

Setelah Salat Jumat kemarin (26/08/2016) sekitar pukul 13.00 Wita, jenazah Dadang Dermawan dibawa ke pemakaman Baroangin, Jalan Panampun, Kecamatan Tallo, Makassar. Saat dalam perjalanan menuju ke pemakaman, ratusan anggota pecinta alam maupun mahasiswa pecinta alam, ikut mengantar Dadang Dermawan hingga ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Ketua Umum Mapala UMI Makassar, Anriadi, mengatakan ‎almarhum salah satu putra terbaik Mapala UMI, akrab dengan semua kalangan komunitas pecinta alam maupun mahasiswa pecinta alam di Makassar. Almarhum dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan mudah bergaul kepada siapa saja.

“Almarhum, memang punya banyak teman, penyayang. Apalagi beliau banyak membantu ikut mendirikan komunitas pecinta alam, maupun Sispala,” tutur Anriadi, Jumat (26/08/2016).

Tiba di tempat pemakaman, jenazah Dadang Dermawan diturunkan dari mobil ambulans dan langsung dikebumikan. Prosesi pemakaman disaksikan oleh ratusan anggota pecinta alam terdiri dari Mapala, Sispala dan Komunitas Pecinta Alam.

Isak tangis dari keluarga dan kerabat dekatnya juga turut mengiringi kepergian almarhum Dadang Dermawan.

‎Diketahui, Dadang Dermawan merupakan karyawan PT Seko Power Prima yang tengah melakukan survei perencanaan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Seko, meninggal dunia setelah jatuh ke Sungai Kekea pada Rabu (23/8/2016) sekitar pukul 17.00 Wita. Diduga, Dadang terjatuh ketika ingin mengambil gambar untuk kebutuhan dokumentasi perusahaan tempatnya bekerja.

‎Jenazah Dadang ditemukan oleh warga, bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dan PMI Kabupaten Luwu Utara di dasar Sungai Kakea siang tadi, Kamis (25/8) sekitar 11:00 Wita tak jauh dari lokasi pertama Dadang dinyatakan hanyut.

‎Kemudian warga bersama SAR gabungan yang terdiri Mahasiswa Pecinta Alam, TNI dan Polri saling membahu mengangkat jenazah untuk di evakuasi ke Masamba dari Seko melalui jalur darat. Jenazah telah di‎visum di Rumah Sakit Andi Djemma, Masamba sekitar pukul 19.50 wita, Kamis (25/08/2016).

Herman Kambuna‎

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …