Sabtu , Februari 24 2018
Home / News / DPRD Dukung Keluarga Korban Polisikan RSUD Pangkep
Keluarga korban malapraktik di RSUD Pangkep bersama mahasiswa menggelar unjuk rasa, Senin 18 April 2016 / Foto: Muh Ikrar
Keluarga korban malapraktik di RSUD Pangkep bersama mahasiswa menggelar unjuk rasa, Senin 18 April 2016 / Foto: Muh Ikrar

DPRD Dukung Keluarga Korban Polisikan RSUD Pangkep

PANGKEP – Wakil Ketua DPRD Pangkep, Rizaldi Parumpa, geram mendengar laporan dari para mahasiswa terkait kematian seorang warga yang diduga karena kelalaian dokter yang menangani atau malapraktik di Rumah Sakit Umum Daerah Pangkep.

Rizaldi menegaskan, dirinya mendukung upaya para mahasiswa yang mendampingi keluarga korban untuk melaporkan hal ini ke pihak berwajib untuk dilakukan autopsi atas mayat warga tersebut.

Lihat juga: RSUD Pangkep Didemo Karena Diduga Malpraktek

Ia menuturkan, dari laporan yang diterima, salah seorang warga yang kakinya terluka ringan akibat kecelakaan dibawa ke RSUD Pangkep. Belakangan setelah meninggal, dokter yang merawatnya mengatakan, korban terkena tetanus. Pihak korban yang tidak percaya keterangan rumah sakit, mencurigai ada kesalahan prosedur dalam penanganan medisnya.

“Kecurigaan ini harus dilayani dengan baik, itu hak. Nah untuk membuktikan itu, maka kami di DPRD Pangkep mendukung langkah keluarga menuntut RSUD ke polres untuk dilakukan autopsi, agar diketahui penyebab kematiannya,” kata Rizaldi. Senin 18 April 2016.

“Kalau ditanya pribadi, saya juga tidak percaya kalau hanya luka kecil di kaki orang bisa meninggal,” lanjutnya.

Lihat juga: BNN Gencar Tes Urine, Kali ini Pegawai Soppeng

Dua organisasi mahasiswa, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Pangkep menggelar unjuk rasa terkait hal ini. Mereka menuding pelayanan RSUD Pangkep yang buruk adalah penyebab adannya kesalahan penanganan terhadap pasien.

“Pelayanan di RSUD buruk, dokter datang semaunya tidak peduli pasien menunggu berjam-jam. Ini masyarakat yang jadi korban. Kami juga menuntut agar direktur RSUD Pangkep untuk memberhentikan dokter-dokter yang tidak professional begitu,” kata korlap aksi, Abrar.

Para mahasiswa juga melakukan aksi di kantor RSUD Pangkep. Sayangnya ditempat ini para mahasiswa tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Direktur RSUD Pangkep, dr Baharuddin yang dihubungi untuk dikonfirmasi tidak menjawab panggilan teleponnya.

Muhammad ikrar

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …