Selasa , Januari 23 2018
Home / Film / Duh, film Warkop DKI Reborn dibajak menggunakan aplikasi Bigo
Hari ini, Kamis (8/9/2016), pecinta film komedi disuguhkan film komedi Indonesia berjudul Warkop DKI Reborn yang diperankan Vino G Bastian sebagai Kasino, Tora Sudiro sebagai Indro, dan Abimana sebagai Dono. / Ist
Hari ini, Kamis (8/9/2016), pecinta film komedi disuguhkan film komedi Indonesia berjudul Warkop DKI Reborn yang diperankan Vino G Bastian sebagai Kasino, Tora Sudiro sebagai Indro, dan Abimana sebagai Dono. / Ist

Duh, film Warkop DKI Reborn dibajak menggunakan aplikasi Bigo

JAKARTA – Baru saja tayang beberapa hari, film Warkop DKI Reborn sudah dibajak. Pelakunya diduga berasal dari Yogyakarta dan Jakarta. Pelaku merekam secara sembunyi-sembunyi dalam bioskop menggunakan perangkat handphone. Atas peristiwa tersebut, produser Falcon Picture melapor kepada Mapolda Metro Jaya.

“Kami, melalui Ibu Lydia (kuasa hukum Falcon) baru melaporkan soal pembajakan Warkop Reborn, seperti melalui aplikasi Bigo dan Youtube. Pelaku sudah ketemu akun sosmednya. Live streamingnya sudah ketahuan rekamannya. Kami akan melaporkan ke Kemenkominfo. Bigo tanpa izin mengedarkan film. Kami selaku production house (PH) meminta proteksi dari pemerintah dan badan hukum terkait hal ini,” jelas Eksekutif Produser Falcon Picture HB Naveen kepada sejumlah wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (10/8/2016).

Ia menambahkan, terduga menggunakan kamera handphone secara bersembunyi, saat ini sedang diusut kembali oleh polisi. Pasalnya, hasil pembajakan itu bisa ditonton di luar negeri. Jadi, sangat merugikan Falcon.

Menurut Naveen, pihaknya mengantongi barang bukti berupa video serta screenshoot akun medsos pelaku. IP adressnya juga sudah dikenali. Sementara, terkait penghapusan konten, Naveen mengaku sudah melakukannya. Akan tetapi, yang dikhawatirkan pihaknya film Warkop DKI Reborn tidak lama lagi bakal beredar secara bajakan via DVD.

“Pelaku meng-upload sekian menit dan streaming sekian menit. Ada komposisinya. Mengenai keamanan di bioskop, memang susah untuk dideteksi. Boleh jadi pelaku merekam secara diam-diam karena CCTV tidak bisa menjangkau secara keseluruhan,” imbuhnya.

Saat ini, aku Naven, pihaknya sudah melaporkan kepada badan hukum. Falcon juga menghimbau agar apapun yang ditayangkan ke media sosial seharusnya bisa ditindak. “Kami ingin ada proteksi dari pemerintah,” tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum Falcon, Lydia Wongsonegoro, pelaku dilaporkan atas pasal 48 UU ITE yang ancamannya sembilan tahun penjara serta pasal 113 tentang hak cipta dengan ancaman 10 tahun penjara.

“Jadi mulai hari ini siapapun yang melakukan hal sama (membajak film), akan masuk dalam laporan kami. Segalanya yang ditayangkan secara ilegal masuk kategori pembajakan. Kami memperingatkan kepada semua pihak supaya hati-hati,” pesannya.

Adapun para terduga pembajak, sebut Lydia pihaknya sudah mengantongi beberapa nama. “Sekarang sudah dilakukan upaya hukum secepatnya. Kronologis kejadian pada 8-9 September pada dua lokasi di Jakarta dan Yogyakarta,” urainya.

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …