Senin , Januari 22 2018
Home / Budaya / Dunia Sophie
Ilustrasi cerpen Dunia Shopie. / Ist
Ilustrasi cerpen Dunia Shopie. / Ist

Dunia Sophie

Dunia Sophie
Oleh Jostein Gaarder

MAKASSARTERKINI.COM – Sophie Amundsend sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah. Dia telah menempuh paruh pertama perjalanannya bersama Joanna. Mereka membicarakan tentang robot. Joanna beranggapan otak manusia itu seperti komputer yang sangat canggih. Sophie tidak terlalu sepakat. Tentunya manusia bukan sekadar sepotong perangkat keras!

Ketika sampai di depan pasar swalayan, mereka berpisah. Sophie tinggal di daerah pinggiran kota dan jaraknya dari sekolah hampir dua kali lebih jauh ketimbang rumah Joanna. Tidak ada rumah lain di sebelahnya. Jadi rumah tersebut seakan berada di ujung dunia. Di dekat situ ada hutan.

Dia berbelok menuju Clover Close. Di ujung jalan ada tikungan tajam, yang dikenal sebagai Captain’s Bend. Orang-orang jarang melewati jalan itu kecuali pada akhir pekan.

Saat ini awal Mei. Di beberapa kebun, pohon-pohon buah dikelilingi bertandan-tandan daffodil. Pohon birkin telah diselimuti daun berwarna hijau pucat.

Ketika Sophie membuka pintu gerbang halamannya, dia memandang ke kotak surat. Biasanya ada banyak surat sampah dan beberapa amplop besar untuk ibunya. Tumpukan surat itu sering ditinggalkannya begitu saja di meja dapur sebelum dia naik ke kamar untuk mulai mengerjakan pekerjaan rumah.

Seringkali, ada beberapa surat dari bank untuk ayahnya. Tetapi ayah Sophie bukanlah seorang ayah yang biasa. Dia adalah nakhoda sebuah tanker minyak besar, dan selalu bepergian hampir sepanjang tahun. Selama beberapa minggu ketika dia berada di rumah, dia akan sibuk ke sana kemari untuk membuat rumah itu enak dan nyaman bagi Sophie dan ibunya. Namun jika dia berada di laut, dia tampaknya sangat jauh.

Hanya ada sebuah surat di kotak surat, dan itu adalah untuk Sohhie. Pada amplop putih tertulis: ‘Sophie Amundsend, 3 Clover Close.’ Itu saja. Tidak dituliskan siapa pengirimnya. Prangkonya pun tidak ada.

Setelah Sophie menutup pintu gerbang, dia buru-buru membuka amplop itu. Di dalamnya hanya ada secarik kertas yang tidak lebih besar dari amplopnya sendiri. Bunyinya: ‘Siapakah kamu?’

Tidak ada yang lain, hanya dua kata itu yang, ditulis tangan dan diikuti dengan sebuah tanda tanya besar.

Dia melihat amplop itu lagi. Surat itu jelas untuknya. Siapakah yang memasukkannya ke dalam kotak surat?

Sophie segera memasuki rumah merah itu. Sebagaimana biasa, kucingnya Sherekan berusaha menyelinap keluar dari semak-semak, melompat ke tangga pertama, dan menyusup masuk melalui pintu sebelum Sophie menutupnya. Selain Sherekan, Sophie juga punya tiga ekor ikanmas, Goldtop, Red Ridinghood, dan Black Jack. Selanjutnya dia mendapatkan dua ekor burung parkit yang dinamakannya Smiit dan Smule, lalu Govinda si kura-kura darat.

Sophie melemparkan tas sekolahnya ke lantai dan meletakkan semangkuk makanan kucing untuk Sherekan. Lalu dia duduk di atas bangku dapur dengan surat misterius di tangannya.

Siapakah kamu?

Dia tidak tahu. Dia adalah Sophie Amundsend, tentu saja, tetapi siapakah Sophie itu? Dia benar-benar tidak mengerti.

***

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …