Senin , Januari 22 2018
Home / Health / FKG Unhas launching program One Student Save One Family
Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin (Unhas) meluncurkan program terbarunya untuk melayani kesehatan gigi dan mulut masyarakat. Program bertajuk One Student Save One Family (OSSOF) ini di-launching bersamaan pembukaan peringatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) di Rumah sakit sakit Gigi dan Mulut Unhas Jalan Kandea, Makassar, Rabu 13 Oktober 2016. / Masyudi Firmansyah
Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin (Unhas) meluncurkan program terbarunya untuk melayani kesehatan gigi dan mulut masyarakat. Program bertajuk One Student Save One Family (OSSOF) ini di-launching bersamaan pembukaan peringatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) di Rumah sakit sakit Gigi dan Mulut Unhas Jalan Kandea, Makassar, Rabu 13 Oktober 2016. / Masyudi Firmansyah

FKG Unhas launching program One Student Save One Family

MAKASSAR – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin (Unhas) meluncurkan program terbarunya untuk melayani kesehatan gigi dan mulut masyarakat. Program bertajuk One Student Save One Family (OSSOF) ini di-launching bersamaan pembukaan peringatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) di Rumah sakit sakit Gigi dan Mulut Unhas, Jalan Kandea, Makassar, Rabu 13 Oktober 2016.

Dekan FKG Unhas drg Bahruddin Thalib mengatakan, program ini merupakan wujud implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi guna mewujudkan masyarakat sehat, produktif, dan mandiri.

“Sebagai institusi pendidikan kedokteran gigi di Makassar, FKG Unhas juga merasa bertanggung jawab terhadap kualitas kesehatan gigi dan mulut masyarakat Makassar,” katanya.

Program OSSOF akan melibatkan seluruh mahasiswa FKG Unhas untuk turun ke masyarakat, setiap satu mahasiswa mengawasi satu kepala keluarga untuk penyuluhan cara merawat gigi dan mulut agar tetap sehat.

“Ini akan dilakukan selama mahasiswa masih tercatat sebagai mahasiswa di FKG Unhas,” ungkap Bahruddin.

Hal ini dilakukan sebab banyak kebiasaan buruk yang umum di masyarakat yang kadang dianggap sepele. Salah satunya ketika masyarakat mengabaikan untuk rutin memeriksakan kesehatan gigi dan mulut ke dokter.

“Padahal dengan rutin melakukan kunjungan ke dokter gigi, permasalahan gigi bisa segera ditangani sehingga mampu mengurangi risiko gigi berlubang, penyakit gusi, serta mencegah perawatan lanjutan,” jelas Bahruddin.

Dengan perawatan rutin, maka kondisi mulut seseorang akan menjadi lebih baik. Adapun kebiasaan buruk lain yang dianggap sepele adalah kebiasaan menyikat gigi dengan frekuensi dan waktu yang salah.

Bahruddin menjelaskan, menyikat gigi dua kali sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur selama minimal dua menit dapat mengurangi risiko gigi berlubang sebanyak 50 persen.

“Kebiasaan-kebiasaan buruk itulah yang akan berusaha diminimalisir dengan menghadirkan program OSSOF,” tutupnya. (B)

Andini Ristyaningrum

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …