Senin , Januari 22 2018
Home / Headline / Gantala Jarang penyembuh luka dari Jeneponto
Haji Rosmiati (65 tahun) penjual Gantala Jarang kurang lebih 30 tahun saat ditemui di tempat jualannya di Kelurahan Balang Kecamatan Binamu Jeneponto, Minggu 2 Oktober 2016 / Foto : Syarif
Haji Rosmiati (65 tahun) penjual Gantala Jarang kurang lebih 30 tahun saat ditemui di tempat jualannya di Kelurahan Balang Kecamatan Binamu Jeneponto, Minggu 2 Oktober 2016 / Foto : Syarif

Gantala Jarang penyembuh luka dari Jeneponto

JENEPONTO – Dikenal sebagai daerah penghasil ternak kuda, Jeneponto juga memiliki sejumlah kuliner khas dari daging kuda. Jika selama ini yang dikenal hanya coto kuda, bagi anda pecinta kuliner bisa merasakan sajian makanan para raja : Gantala Jarang.

Gantala Jarang menyerupai konro yang berbahan dasar daging dan iga sapi. Perbedaannya, Gantala Jarang menggunakan iga dan daging kuda. Seperti namanya, Jarang yang berarti kuda.

Gantala Jarang merupakan hidangan khas eksklusif dan paling dilirik para tamu undangan setiap kali ada pesta besar. Seperti pesta pernikahan maupun acara sunatan.

Proses pembuatan Gantala Jarang juga sangat simpel. Iga dan daging kuda direbus bersama air dengan bumbu garam. Daging kuda di Jeneponto diyakini dapat meningkatkan vitalitas dan stamina.

Lihat juga : Surga di Tanah Gersang Jeneponto

“Bahkan, daging kuda dipercaya menjadi salah satu obat mujarab dalam menyembuhkan infeksi pada luka,” kata Rosmiati (65 tahun) penjual Gantala Jarang kurang lebih 30 tahun saat ditemui di tempat jualannya di Kelurahan Balang Kecamatan Binamu Jeneponto, Minggu 2 Oktober 2016.

Kuliner ini dahulu kala merupakan hidangan khusus untuk raja dan bangsawan. Di Jeneponto mereka disebut karaeng, panrita, serta para gurunta.

Gantala Jarang tersedia di sepanjang jalan poros kota Jeneponto dan pusatnya di Tolo Kecamatan Kelara.
Jika anda berwisata atau sedang melintas di Jeneponto. Cobalah singgah untuk merasakan sensasi “tendangan” Gantala Jarang Jeneponto.

Syarif

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …