Senin , Januari 22 2018
Home / Internasional / Ikuti jejak Raja Thailand, putra mahkota Vajiralongkorn beri perhatian lebih terhadap warga Muslim
Warga Thailand terlihat berduka atas meninggalnya Raja Bhumibol, Kamis 13 Oktober 2016. / Ist
Warga Thailand terlihat berduka atas meninggalnya Raja Bhumibol, Kamis 13 Oktober 2016. / Ist

Ikuti jejak Raja Thailand, putra mahkota Vajiralongkorn beri perhatian lebih terhadap warga Muslim

BANGKOK – Buah yang jatuh tidak jauh dari pohonnya. Pepatah itu mungkin tepat ditujukan terhdap implementasi “kerakyatan” putra mahkota Thailand Maha Vajiralongkorn yang telah ditetapkan sebagai pengganti Raja Thailand Bhumibol yang wafat pada usia 88 tahun.

Vajiralongkorn sendiri telah memberi banyak perhatian kepada masyarakat minoritas Muslim di selatan, seperti yang banyak dilansir media maupun akademisi sosial setempat.

Thailand menetapkan duka resmi selama satu tahun setelah raja terlama di dunia, Bhumibol yang bertahta selama 70 tahun, meninggal Kamis 13 Oktober 2016. Vajiralongkorn yang saat ini berusai 64 tahun, menyatakan meminta waktu untuk berduka sebelum dinobatkan sebagai raja.

Salah seorang akademisi setempat, seperti dilansir BBC News kemarin, Kamis 13 Oktober 2016, Ahmad Umar yang merupakan wakil rektor Universitas Fatoni, Patani, Thailand selatan, mengungkapkan Vajiralongkorn memberikan perhatian yang “lebih baik” terhadap masyarakat minoritas di selatan, khususnya umat Muslim.

“Putra mahkota (Vajiralongkorn) banyak memberi perhatian kepada masyarakat beragama Islam. Ini terkait banyak hal dan memberi perhatian serta sokongan. Sebagai contoh, kampus Universitas Fatoni diresmikan (sekitar 10 tahun lalu) putra mahkota. Hubungan kami dengan putra mahkota sudah lama,” bebernya.

Seperti diketahui, Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha yang memegang kendali pemerintahan militer sejak menggulingkan pemerintah terpilih pada 2014 mendesak agar berwaspada atas keamanan, termasuk terhadap aksi-aksi terorisme. Pasalnya, Negeri Gajah Putih tersebut mengalami kerusuhan politik dalam 10 terakhir serta sejumlah serangan bom di kawasan selatan yang dituding dilakukan kelompok separatis Muslim.

Atas sikap welas asihnya, Raja Bhumibol melakukan “pendekatan lunak” dalam menghadapi kelompok militan yang memulai pemberontakan di selatan pada 2004. Ini termasuk perhatian yang lebih besar kepada warga Muslim Thailand.

Kendati berada di luar garis politik, Raja Bhumibol turun tangan saat negara itu mengalami ketegangan politik karena banyaknya kudeta. Selama bertahta, Raja Bhumibol mengalami 19 kali kudeta militer.

Menurut Ahmad, secara formal sebagai simbol “pemersatu” masyarakat Thailand, raja memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah politik di Thailand. Ahmad yang juga mengajar kajian politik di kampusnya, mengungkapkan harapannya atas pengganti Raja Bhumibol yang disebutnya “lebih baik” dan bisa memahami isu di daerah selatan Thailand.

Ditambahkan, meskipun konflik di Thailand selatan masih terjadi dan belum dilakukan dialog lagi menyusul kudeta dua tahun lalu, namun Raja Bhumibol banyak dihormati warga Thailand, termasuk warga Muslim Thailand sendiri.

“Bagi masyarakat Muslim di selatan, pandangan terhadap status ‘raja’ yang disandang Bhumibol biasa saja, namun perhatian dari mereka yang lebih menentukan,” papar Ahmad.

Jenazah Raja Bhumibol akan dibawa dari Rumat Sakit Siriraj di Bangkok menuju Istana Agung untuk dimandikan. Ritual pra kremasi sesuai tradisi agama Buddha yang dianut almarhum raja akan dilangsungkan hari ini, Jumat 14 Oktober 2016. Jenazah raja disemayamkan selama 100 hari, dan setelah itu akan digelar upacara kremasi.

Worawit Baru, mantan senator di Patani mengenang Raja Bhumibol yang menurutnya memberikan cukup perhatian kepada kelompok minoritas di selatan. “Selama ini, raja banyak berjasa membantu tanah yang tak dapat digunakan dengan cara disuburkan, memberi kursus bagi anak-anak muda sehingga mendapat pekerjaan, memberikan sumbangan untuk sekolah-sekolah agama, baik Buddha (yang merupakan mayoritas di Thailand) maupun Islam,” ujarnya.

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …