Selasa , Januari 23 2018
Home / News / Indira bersama PPNI Makassar, bahas pelayanan RS Pertiwi
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) Kota Makassar Indira Mulyasari Paramastuti dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Makassar mengklarifikasi pemberitaan mengenai pelayanan di Rumah Sakit Pertiwi (foto: Herman Kambuna)
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar Indira Mulyasari Paramastuti dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Makassar mengklarifikasi pemberitaan mengenai pelayanan di Rumah Sakit Pertiwi (foto: Herman Kambuna)

Indira bersama PPNI Makassar, bahas pelayanan RS Pertiwi

MAKASSAR – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) kota Makassar, Indira Mulyasari Paramastuti, mengklarifikasi pernyataannya di akun media sosial Path, terkait pelayanan Rumah Sakit Bersalin Pertiwi yang menyebut perawat. Ia mengaku tidak pernah menyinggung perawat dalam akun Path-nya, tapi petugas yang ada di rumah sakit tersebut.

Hal ini diungkapkan Indira saat duduk bersama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Makassar Kamis (22/09) di Kafe Papa Ong, untuk mengklarifikasi pemberitaan mengenai pelayanan di Rumah Sakit Pertiwi.

“Sebenarnya bukan perawat yang saya tulis di akun medsos (Path). Tetapi pelayanan petugas rumah sakit yang ada di ruang perawatan bayi,” ucap Indira.

Lanjutnya, saat ia tiba di rumah sakit dan bertanya kepada salah satu petugas yang ada di ruangan perawatan bayi. Wakil Ketua Bidang Perempuan, Kesehatan dan Anak partai Nasdem Kota Makassar itu, malah mendapat jawaban dengan nada yang kurang sopan dari petugas.

“Kehadiran saya  ke rumah sakit hanya untuk membantu masyarakat, karena dia butuh pertolongan. Tetapi ketika saya bertanya kepada salah satu petugas di tempat itu, dia memberikan saya nada yang tidak enak,” ungkapnya.

Menurut Indira, dirinya hanya kecewa kepada pelayanan yang terjadi di rumah sakit itu. Tidak pernah menyinggung terkait profesi apalagi profesi perawat.

“Saya hanya kecewa dengan manejemen rumah sakitnya,” bebernya saat duduk bersama dengan PPNI Makassar.

Mendengar ungkapan Indira, pihak PPNI Kota Makassar yang diwakili oleh bidang OKK PPNI Kota Makassar Desrianto, mengapresiasi niat baik Indira yang mau duduk bersama, untuk mengklarifikasi pemberitaan di media online.

“Saya menganggap bahwa terjadi miskomunikasi antara media online dan Ibu Indira dalam pertemuan ini” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Desrianto, masalah itu sudah selesai dan murni hanya miskomunikasi. Menurutnya, sebagai wakil ketua DPRD Kota Makassar, Indira sangat merespon baik permasalahan perawat di lapangan, dan akan membuat inisiatif DPRD dalam pembuatan Perda.

“Perawat yang upahnya di bawah UMK (Upah Minimum Kota), beliau akan membuat Perda tentang hal tersebut,” tegas mantan aktivis keperawatan HMK Sulsel ini

Herman Kambuna

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …