Selasa , Januari 23 2018
Home / Film / Ini fakta tentang film Warkop DKI Reborn
Hari ini, Kamis (8/9/2016), pecinta film komedi disuguhkan film komedi Indonesia berjudul Warkop DKI Reborn yang diperankan Vino G Bastian sebagai Kasino, Tora Sudiro sebagai Indro, dan Abimana sebagai Dono. / Ist
Hari ini, Kamis (8/9/2016), pecinta film komedi disuguhkan film komedi Indonesia berjudul Warkop DKI Reborn yang diperankan Vino G Bastian sebagai Kasino, Tora Sudiro sebagai Indro, dan Abimana sebagai Dono. / Ist

Ini fakta tentang film Warkop DKI Reborn

MAKASSAR – Hari ini, Kamis (8/9/2016), pecinta film komedi disuguhkan film komedi Indonesia berjudul Warkop DKI Reborn yang diperankan Vino G Bastian sebagai Kasino, Tora Sudiro sebagai Indro, dan Abimana sebagai Dono.

Bagi penikmat film era 1980-1990-an, Warkop DKI sangat populer. Film-film mereka selalu dibanjiri penonton, bahkan menjadi ikon film komedi saat itu.

Lantaran fenomenalnya trio pelawak ini, rumah produksi Falcon Pictures memutuskan untuk membuat remake-nya dengan judul “Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1” Film komedi ini memang dibuat untuk mengobati kerinduan penggemar Warkop DKI yang aslinya diisi Dono, Kasino, dan Indro, sekaligus mengenalkan sosok pelawak ini kembali kepada anak muda saat ini.

Tetapi meskipun populer, sebenarnya masih banyak yang tidak tahu fakta sebenarnya terkait figur lucu tersebut, yang saat ini hanya tersisa Indro karena Dono dan Kasino sudah meninggal belasan tahun lalu.

Warkop atau sebelumnya Warkop Prambors, juga kemudian dikenal sebagai Trio DKI adalah grup lawak yang dibentuk Nanu (Nanu Mulyono), Rudy (Rudy Badil), Dono (Wahjoe Sardono), Kasino (Kasino Hadiwibowo) dan Indro (Indrodjojo Kusumonegoro). Nanu, Rudy, Dono, dan Kasino adalah mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Jakarta sementara Indro kuliah di Universitas Pancasila, Jakarta.

Mereka pertama kali meraih sukses lewat acara Obrolan Santai di Warung Kopi yang merupakan garapan Temmy Lesanpura, Kepala Bagian Programming Radio Prambors. Acara lawakan setiap Jumat malam antara pukul 20.30 hingga pukul 21.15 Wib tersebut, disiarkan Radio Prambors yang bermarkas di kawasan Jalan Mendut, Prambanan, dan Borobudur yang sering disebut Prambanan-Borobudur dan sekitarnya (Prambors).

Warkop sebenarnya tak hanya DKI

Banyak yang tidak tahu, Warkop yang sebelumnya dikenal sebagai Warkop Prambors, sebenarnya bukan hanya DKI (Dono, Kasino, dan Indro). Sebab dalam acara udara di Radio Prambors sebagai awal berdirinya Warkop, terdapat Rudi Badil yang dalam obrolan radio ala warung kopi (warkop) sering berperan sebagai Mr James dan Bang Cholil. Indro yang berasal dari Purbalingga berperan sebagai Mastowi (Tegal), Paijo (Purbalingga), Ubai atau Ansori. Kasino yang asli Gombong perannya bermacam-macam: Mas Bei (Jawa), Acing/Acong (Tionghoa), Sanwani (Betawi) dan Buyung (Minang). Nanu yang asli Madiun sering berperan sebagai Poltak (Batak) sedangkan Dono sendiri hanya berperan sebagai Slamet (Jawa).

Dono paling “intelek”

Dari semua personel Warkop, mungkin Dono-lah yang paling intelek, walau ini agak bertolak belakang dari profil wajahnya yang “ndeso”. Dono bahkan setelah lulus kuliah menjadi asisten dosen di FISIP UI tepatnya jurusan Sosiologi. Dono juga kerap menjadi pembawa acara pada acara kampus atau acara perkawinan rekan kampusnya. Kasino juga lulus dari FISIP. Selain melawak, mereka juga sempat berkecimpung di dunia pencinta alam. Hingga akhir hayatnya, Nunu, Dono, dan Kasino tercatat sebagai anggota pencinta alam Mapala UI.

Kaya raya dari film

Setelah puas manggung dan mengobrol di udara lewat Radio Prambors pada akhir 1980-an, Warkop mulai membuat film-film komedi yang selalu laris ditonton masyarakat. Dari filmlah para personel Warkop mulai meraup kekayaan berlimpah. Dengan honor Rp 15 juta per satu film untuk satu grup (yang merupakan jumlah sangat besar pada era itu), maka mereka pun kebanjiran uang, karena setiap tahun mereka membintangi minimal dua judul film pada dekade 1980 dan 1990-an yang pada masa itu selalu diputar sebagai film menyambut Tahun Baru dan menyambut Idul Fitri di hampir semua bioskop utama Tanah Air.

Merambah layar kaca televisi

Dalam era televisi swasta dan menurunnya jumlah produksi film, DKI pun lantas memulai serial televisi sendiri. Serial ini tetap dipertahankan selama beberapa lama walaupun Kasino tutup usia pada 1997. Setelah Dono juga meninggal pada 2001, Indro menjadi satu-satunya personel Warkop. Sementara, Nanu sudah meninggal sejak 1983 karena sakit liver dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta.

Kelebihan Warkop dibandingkan grup lawak lainnya adalah tingkat kesadaran intelektualitas para anggotanya. Karena sebagian besar adalah mahasiswa (yang kemudian beberapa menjadi sarjana), maka mereka sadar betul akan perlunya profesionalitas dan pengembangan diri kelompok mereka.

Effendy Wongso

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …