Selasa , Januari 23 2018
Home / Headline / Ini Kesaksian Korban Penyerangan Balai Kota Makassar
Ridwan Anggota Satpol PP Kota Makassar korban penyerangan di Balai Kota Makassar / Foto : Degina Adenesa
Ridwan Anggota Satpol PP Kota Makassar korban penyerangan di Balai Kota Makassar / Foto : Degina Adenesa

Ini Kesaksian Korban Penyerangan Balai Kota Makassar

MAKASSAR – Muhammad Ridwan (21 tahun), anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar menceritakan peristiwa penyerangan Balai Kota Makassar, Sabtu 6 Agustus 2016.

“Itu malam saya istirahat jam 10. Sekitar setengah 12 saya dengar suara tembakan dan teriak-teriak, jadi saya bangun dan sembunyi di belakang tempat air wudhu. Pas beberapa menit saya menyeberang ke BRI. Nanti di BRI saya didapat sama orang pakaian preman dan dipukuli,” jelas Ridwan kepada wartawan di rumah jabatan Wali Kota Makassar, Selasa 9 Agustus 2016.

Ridwan mengatakan bisa selamat setelah melihat anggota polisi berseragam provost “Saya langsung peluk provost. Kemudian saya diamankan di atas mobil. Malam itu banyak sekali orang,” katanya.

Ridwan pun ditahan di Mapolrestabes Makassar sejak hari sabtu hingga selasa (9/82016). Tapi masih disuruh wajib lapor. “Hari kamis disuruh lagi datang melapor,” kata Ridwan.

Lihat juga : 32 Polisi Diperiksa Terkait Penyerangan Balai Kota Makassar

Kapolda Sulsel Irjend Pol Anton Charliyan berjanji memproses oknum personilnya jika terbukti bersalah saat penyerangan di Balai Kota Makassar Jalan Ahmad Yani. “Sekiranya ada oknum personil yang terbukti melakukan kesalahan saat bentrok di Balai Kota Makassar, maka dipastikan dikenakan sanksi,” kata Kabid Humas Polda Sulsl Frans Barung Mangera mengulang pernyataan Kapolda Anton.

Frans mengatakan, Kapolda juga sangat disayangkan oknum penyerang berpakaian seragam polisi dan berpakaian preman masuk ke Kantor Balai Kota sambil membawa senjata pistol dan senapan serbu. Beberapa kali juga melepaskan tembakan. “Biarkan penyidik bekerja terlebih dahulu, sehingga bila terbukti ada oknum polisi bersalah, maka pastinya dikenakan sanksi,” katanya.

Degina Adenesa  I  Prayudha

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …