Rabu , Januari 24 2018
Home / News / Ini Masalah Pertanian Menurut Amran Sulaiman
Seminar Nasional Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia Sulsel (PISPI) yang mengusung tema tatakelola pemberasan nasional di Gedung Lapppo Ase Bulog, Jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis 28 April 2016. / By. Arul Ramadhan
Seminar Nasional Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia Sulsel (PISPI) yang mengusung tema tatakelola pemberasan nasional di Gedung Lapppo Ase Bulog, Jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis 28 April 2016. / By. Arul Ramadhan

Ini Masalah Pertanian Menurut Amran Sulaiman

MAKASSARTERKINI.com – Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman membeberkan jika faktor utama yang menjadi masalah dalam sektor pertanian di Indonesia adalah rantai pasok dalam proses pendistibusian yang terlalu berbelit-belit.

Lihat juga: Amran Sulaiman: Gabah Petani Akan Diasuransikan

“Tata kelolanya ini yang paling bermasalah sehingga pegusaha itu kalau kita bagi untungnya setiap tahun mencapai Rp 200 triliun tapi petani hanya Rp 40 triliun,” bebernya saat ditemui seusai mengikuti seminar nasional Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia Sulsel (PISPI) yang mengusung tema tatakelola pemberasan nasional di Gedung Lapppo Ase Bulog, Jalan Ap Pettarani Makassar, Kamis 28 April 2016.

Menurutnya, hal itu adalah salah satu faktor yang sangat mendasar dan paling penting dalam sektor pertanian swasembada pangan. Pengusaha yang meraup keuntungan cukup besar ketimbang petani sangat jelas mempengaruhi sektor pengelolaan teknis hingga tahapan pendistribusiannya.

“Itu kan dibagi kurang lebih 100 hingga 200 ribu orang tapi petani dari 40 triliun di bagi 80 sampai 100 juta orang,” sebutnya.

Lihat juga: Kasihan…Petani Sidrap Gagal Panen

Hal itu lanjut dia merupakan bukti mendasar agar pemerintah akan segera membuka pasar yang baru. “Artinya harus ada keseimbangan baru, seperti sekarang kita sedang menahan harga gabah di tingkat petani supaya para petani ini untung, karena pada prinsipnya petani inikan pengusaha kecil jadi mereka harus untung,” jelas dia.

Ia juga berharap dengan model penerapan baru tersebut para petani tetap melanjutkan proses penanamannya.

Arul Ramadhan

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …