Rabu , Januari 24 2018
Home / News / Irwan Pagatani: Karier memasak saya berdasarkan hobi
Berawal dari kemauan dan bakat yang dimiliki dalam meracik makanan, mengantarkan Irwan Pagatani menjadi salah satu chef sukses di Hotel Aston Makassar. / Masyudi Firmansyah
Berawal dari kemauan dan bakat yang dimiliki dalam meracik makanan, mengantarkan Irwan Pagatani menjadi salah satu chef sukses di Hotel Aston Makassar. / Masyudi Firmansyah

Irwan Pagatani: Karier memasak saya berdasarkan hobi

MAKASSAR – Berawal dari kemauan dan bakat yang dimiliki dalam meracik makanan, mengantarkan Irwan Pagatani menjadi salah satu chef sukses di Hotel Aston Makassar.

Irwan yang merintis karier memasaknya dari bawah, mengungkapkan jika mengolah bahan dapur menjadi makanan bukanlah hobi utamanya, namun karena kemauan untuk bekerja membuat profesinya saat ini menjadi “hobi” barunya.

“Hobi memasak saya ini sebenarnya datang secara tidak sengaja. Awalnya, setelah lulus SMA saya mendaftar di salah satu perguruan tinggi negeri tetapi tidak lulus. Makanya, dari situ keluarga saya menawarkan untuk bekerja di hotel namun sebagai dish washer (tukang cuci piring). Sempat kaget juga, ‘kerjaannya hanya cuci piring?’, tetapi daripada menganggur boleh juga saya coba,” beber Irwan

Irwan yang juga hobi futsal dan renang ini, baru menyadari bakat terpendamnya melalui salah satu chef yang memuji kemampuannya saat bekerja di hotel. Mulai saat itu, ia mengembangkan bakatnya dengan mengawali kariernya sebagai koki di beberapa hotel berbintang di Makassar.

“Saya merintis karier menjadi tukang cuci piring selama enam bulan, dari situ saya mulai disuruh membantu tim koki. Mulanya, disuruh potong sayuran dan lain-lain. Kemudian, salah satu chef tempat saya bekerja bilang sepertinya saya ada bakat di sini (memasak). Saya kemudian dipindahkan menjadi tukang masak dan mulai fokus di dunia masak,” paparnya.

Setelah melalui proses yang cukup panjang dengan beragam pengalaman yang diperolehnya dari beberapa hotel tempat ia bekerja sebelumya, akhirnya pada 2014 Irwan diangkat menjadi salah satu chef utama di Aston Makassar.

“Setelah saya menekuni dunia masak, walaupun dengan rintangan yang luar biasa, akhirnya saya sadar sangat mencintai pekerjaan ini. Sekarang, memasak telah menjadi hobi,” akunya.

Terkait inspirasi memasaknya, Irwan mengungkapkan “guru” pertama yang mengajarkan memasak adalah ibunya. “Ibu menjadi inspirasi sekaligus guru pertama yang mengajarkan dan mengenalkan saya dalam dunia memasak,” imbuhnya.

Menurutnya, selain belajar memasak dari ibunya, ia juga banyak belajar dari teman-teman kerjanya. “Itulah gunanya bergaul dengan teman-teman. Dari pertemanan ini, kita bisa belajar banyak,” sebutnya.

Posisi chef yang kini dilirik dan diperebutkan sebagian orang sebagai profesi menguntungkan, membuat Irwan semakin termotivasi berkompetisi agar lebih baik. Salah satunya adalah tetap dapat melahirkan menu-menu lezat dengan cita rasa tinggi. Ini agar ia tetap diperhitungkan sebagai chef tempatnya bekerja.

“Setiap memasak, saya selalu berinovasi menciptakan variasi menu yang disukai penikmat kuliner. Tentu, saya juga tidak lupa mengikuti tren kuliner yang berlaku dalam masyarakat,” bebernya.

Irwan mengaku, salah satu ciri khas masakannya tidak lepas dari berbagai variasi olahan makanan. “Saya selalu berkreasi saat meracik masakan, di antaranya memvariasikan berbagai bahan makanan dan menciptakan varian baru, tergantung apa yang lagi tren. Tentunya, tanpa mengubah cita rasa serta karakter masakan tersebut. Hal ini membutuhkan kreativitas tinggi,” tutupnya.

Degina Adinesa

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …