Senin , Januari 22 2018
Home / News / Jaga Anak Dari Kekerasan Seksual Melalui Seks Edukasi
iliustrasi (int)
iliustrasi (int)

Jaga Anak Dari Kekerasan Seksual Melalui Seks Edukasi

MAKASSARTERKINI.com – Beberapa hari ini, pemberitaan di media baik cetak maupun elektronik di warnai dengan berita tentang kasus kekerasan seksual yang menimpa anak di bawah umur. Tidak tanggung tanggung, pelaku kekerasan tersebut berjumlah lebih dari 10 orang, dan ada yang masih berusia di bawah umur.

Seperti yang menimpa Yuyun, seorang siswi SMP yang meregang nyawa setelah diperlakukan secara tidak manusiawi oleh 14 orang laki laki pada 5 april 2016 lalu. Entah apa yang ada dibenak para pelaku saat melakukan kejahatan ini. Namun sayangnya, si pelaku yang bahkan tega merenggut nyawa korbannya , hanya mendapat hukuman 10 tahun penjara.

Bukan hanya Yuyun, masih ada beberapa anak lagi yang mengalami kejadian serupa di berbagai daerah di Indonesia. Sungguh sangat disayangkan. Selain pemberitaan mengenai tidak kejahatan seksual pada anak seperti pemerkosaan dan pencabulan yang berujung menghilangkan nyawa, media juga sempat memberitakan beberapa perilaku asusila yang dilakukan oleh pasangan muda mudi, di beberapa tempat umum.

Hal ini pastinya sangat memprihatikan. Dunia memang semakin berubah, teknologi semakin canggih, namun kehebatan teknologi tidak serta merta melindungi calon penerus bangsa ini dari pornografi.

Lalu bagaimana seharusnya kita menjaga buah hati dari ancaman kekrasan dan perilaku yang menyimpang ini? Rose Mini Adi Prianto M.Psi, seorang Psikologi ternama menyatakan, untuk menangani hal tersebut, sebaiknya mengenalkan sex edukasi kepada anak sejak dini.

“Sebagai orang tua sebaiknya kita mengenalkan kepada anak mengenai sex edukasi. Cara mengajarkannya itu bukan hanya memberikan informasi bahwa, hubungan seksual itu hanya bisa dilakukan oleh mereka yang telah menikah, atau antara suami dan istri, tetapi juga mengajarkan dan mengenalkan organ organ tubuhnya termasuk yang sensitive. Selain itu, juga mengajarkan cara merawat dan menjaga daerah mana saja yang tidak boleh di sentuh oleh orang lain,” jelasnya.

Ditambahkan, saat memberikan pendidikan tentang seksual pada anak, jangan hanya mengatakan ini tidak boleh dan itu tidak boleh.”Anak zaman sekarang itu cenderung lebih kritis. Mereka tidak akan mudah menerima semua larangan yang diberikan. Maka dari itu, jika memberikan peringatan atau larangan, harus dengan alasan yang jelas dan meyakinkan. Informasikan kepada si anak apa dampak yang akan mereka alami jika melakukan hubungan suami istri di usia muda dengan status belum menikah,” jelasnya.

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …