Selasa , Januari 23 2018
Home / News / Kadinkes Pasrah Bila Disanksi Wali Kota
Jenasah Syamsu Alam (25 tahun), yang diangkut dengan sepeda motor dari Puskesmas Madining disemayamkan di rumah duka, Selasa 18 Mei 2016 / Foto : Acca Ajatappareng
Jenasah Syamsu Alam (25 tahun), yang diangkut dengan sepeda motor dari Puskesmas Madining disemayamkan di rumah duka, Selasa 18 Mei 2016 / Foto : Acca Ajatappareng

Kadinkes Pasrah Bila Disanksi Wali Kota

PAREPARE – Kepala Dinas Kesehatan Kota Parepare, Muhammad Yamin, mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, untuk mengambil sikap terkait dugaan kelalaian pihak dinas kesehatan karena ada jenazah di Puskesmas Madising na Mario yang diantar pulang menggunakan motor.

Taufan telah menginstruksikan Inspektorat Parepare untuk mengusut masalah tersebut. Pihak Dinkes dan Puskesmas kini dalam proses pemeriksaan.

Lihat juga: Warga Parepare Dukung Kepala Puskesmas Dicopot

“Kita bertugas sesuai dengan perintah dan surat keputusan wali Kota, jadi pastinya semuanya tergantung pimpinan. Sementara ini kami masih ikuti pemeriksaan di inspektorat,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Madising na Mario, Haslinda, enggan berkomentar banyak saat dikonfirmasi MAKASSARTERKINI.com. “Intinya kita lihat hasil investigasinya, tergantung nanti bagaimana hasil dari inspektorat,” katanya.

Kepala Bagian Humas Pemkot Parepare, Amarung Agung Hamka, mengatakan Taufan telah bertemu langsung dengan instansi terkait guna membahas masalah itu. Dalam pertemuan itu, petugas operator 112 yang menerima permintaan ambulans, mengaku bingung karena penyampaian penelpon tidak jelas.

“Katanya mereka bingung dengan adanya permintaan ambulans tersebut, karena suara penelpon tidak jelas dan dalam kondisi panik,” papar Hamka.

Lihat juga: Kodong..Jenazah yang Meninggal di Puskesmas ini Diantar Pulang Pakai Motor

Selain itu, kata hamka, saat bersamaan, petugas menjemput pasien lain, Marsiah, warga Lumpue, Kelurahan Lumpue Kecamatan Bacukiki Barat, yang menderita penyakit Kolestrol.

“Katanya nanti dari menjemput pasien itu, kemudian diantar ke Rumah sakit, baru kemudian Pihak petugas 112 menuju ke Puskesmas, namun saat tiba Pasien yang memesan sudah tidak ada di lokasi, dan katanya kembali ke rumah duka menggunakan motor,” jelas dia.

Taufan Pawe, menurut Hamka, telah menginstruksikan kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk monitoring selama sebulan di Call Centre 112. “Ini dimaksudkan agar kadis bisa melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelayanan, yang dikakukan Call Centre 112,” tambahnya.

Acca Ajatappareng

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …