Sabtu , Februari 24 2018
Home / More / Karantina Ikan Palu Bicara Dugong dan Lamun di Bogor
Muhammad Zamrud dari Balai Karantina Ikan Kota Palu menjadi pembicara pada simposium nasional Dugong dan Habitat Lamun di IPB Convention Center Bogor, Rabu 20 April 2016
Muhammad Zamrud dari Balai Karantina Ikan Kota Palu menjadi pembicara pada simposium nasional Dugong dan Habitat Lamun di IPB Convention Center Bogor, Rabu 20 April 2016

Karantina Ikan Palu Bicara Dugong dan Lamun di Bogor

BOGOR – Balai Karantina Ikan Kota Palu menjadi pembicara pada simposium nasional Dugong dan Habitat Lamun di IPB Convention Center Bogor, Rabu 20 April 2016.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan,WWF Indonesia, dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Balai Karantina Ikan Palu menjadi pembicara pada simposium tersebut dengan memberikan materi tentang patologi infeksi bakterial pada kejadian dugong terdampar di Sulawesi Tengah. Kegiatan ini dihadiri oleh 130 orang pemakalah dan peserta dari berbagai institusi.

Lihat juga : Nelayan Mamuju Suka Bom Ikan, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Dugong dlm Global Red List IUCN dimasukkan sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Sehingga dimasukkan dalam Appendix I dari CITES. Secara nasional, dugong telah diatur dalam PP Nomor 7 tahun 1999 sebagai hewan yang dilindungi.

“Merupakan salah satu dari 20 biota prioritas yang dilindungi,” kata M Zamrud, pembicara dari Balai Karantina Ikan Palu.

Menurut Zamrud, Dugong merupakan mamalia laut herbivora yang hidup di perairan dangkal. Jumlah populasi dugong menurun signifikan dari tahun ke tahun karena perburuan, terperangkap alat tangkap perikanan, dan kerusakan habitat.

Lihat juga : Walhi Sulsel: Reklamasi CPI Tak Direstui Kementerian Kelautan

“Dugong sangat bergantung pada keberadaan padang lamun sebagai tempat mencari makan,” kata Zamrud.

Lamun merupakan vegetasi akuatik yang dijadikan makanan oleh Dugong. Pemanfaatan lamun secara masif dapat mengakibatkan berkurangnya makanan bagi perkembangan populasi Dugong.

Tujuan simposium nasional dan habitat lamun adalah untuk merumuskan strategi konservasi dan rencana aksi utk memperbaiki status populasi dan kondisi habitat lamun di Indonesia.

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …