Rabu , Januari 24 2018
Home / Headline / Kekayaan Bill Gates capai Rp 1.200 Triliun, apa rahasia suksesnya?
Orang terkaya di dunia, Bill Gates kekayaannya mencapai 90 miliar dollar AS (Rp 1.200 triliun)
Orang terkaya di dunia, Bill Gates kekayaannya mencapai 90 miliar dollar AS (Rp 1.200 triliun)

Kekayaan Bill Gates capai Rp 1.200 Triliun, apa rahasia suksesnya?

MAKASSARTERKINI.COM – Orang terkaya di dunia, Bill Gates kekayaannya mencapai 90 miliar dollar AS (Rp 1.200 triliun). Ini berdasarkan data sebuah peringkat real-time dari Indeks Miliarder Bloomberg.

Kekayaan bersih Gates bertambah, bukan karena kenaikan saham di Microsoft. Tapi berkaitan dengan saham Canadian National Railway dan Ecolab, dua perusahaan miliknya yang lebih kecil. Kekayaan Gates meningkat $31,1 juta (Rp 414 miliar) dari sebelumnya.

Di balik kesuksesan menjadi orang terkaya pertama di dunia, perjalanan hidupnya bisa dibilang tidak terlalu mulus. Gates pernah drop out dari universitas tempatnya menempuh pendidikan.

Ayah Gates berprofesi sebagai pengacara cukup terkenal. Sedangkan sang ibu menduduki dewan pimpinan di berbagai perusahaan. Gates punya dua saudara wanita bernama Kristianne dan Libby.

Di keluarga yang berada itulah, Gates tumbuh besar. Ia sangat dekat dengan ibunya, Mary, yang dikenal sebagai atlet. Sang bunda menanamkan nilai kedisplinan pada anak-anaknya, termasuk Gates.

Mary menuntut Gates untuk selalu belajar keras, berolahraga dan mengikuti les musik. Dia juga berharap anak-anaknya berpakaian dengan pantas dan ramah kepada para tamu yang berkunjung ke rumahnya.

Sejak usia masih sekitar 10 tahun, Gates sudah sangat suka belajar. Dia sudah tamat membaca World Book Encylopedia dari seri awal sampai akhir. “Saya sungguh memiliki banyak impian ketika masih kecil, dan saya pikir hal itu tumbuh dari fakta bahwa saya punya kesempatan untuk banyak membaca,” kata Gates suatu ketika.

Orang tuanya pun sangat mendukung hobi yang bagus tersebut. Mereka selalu membelikan buku yang diminta anaknya. Pada usia 11 tahun, Gates sudah aktif bertanya pada ayahnya, soal topik bisnis sampai peristiwa dunia.

Sang ibu mulai khawatir karena Gates mulai cenderung hanya suka dengan buku, dibandingkan berhubungan dengan orang lain. Gates pun mulai sering bertengkar dengan ibu yang berupaya mengontrolnya.

Saat dibawa ke seorang terapis, konselor menyarankan untuk tidak terlalu mengekang anaknya. Ibu dan ayah Gates akhirnya membiarkan anaknya tumbuh mandiri dan bebas dari tekanan. Gates juga gemar berpetualang untuk menyalurkan hobinya mengutak atik komputer.

Setelah mendirikan Microsoft bersama Paul Allen, Gates memutuskan drop out dari Harvard University. Meski berat, orang tuanya mendukung keputusan itu. Namun Gates pernah menyatakan penyesalan tidak sempat menyelesaikan kuliah. Dia pun meminta agar para mahasiswa tidak mengikuti jejaknya.

Pilihan Bill Gates untuk drop out memang tepat baginya. Ia fokus mengembangkan Microsoft, yang kemudian berjaya sebagai produsen software komputer terbesar di dunia.

Sistem operasi Windows sampai sekarang masih sangat dominan dipakai pada komputer. Bahkan belum ada pesaing yang cukup berarti. Gates pun sering dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia.

“Saya mengambil langkah raksasa dan segera. Jika Anda berada di tempat dan waktu yang tepat dan memiliki visi ke mana teknologi baru akan menuju, namun Anda tidak beraksi, Anda tidak akan pernah bisa sukses,” katanya mengenai resep suksesnya.

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …