Sabtu , Februari 24 2018
Home / Headline / Kepemimpinan Panglima Kebangkitan Turki Erdogan
Foto : Ismail Suardi Wekke
Foto : Ismail Suardi Wekke

Kepemimpinan Panglima Kebangkitan Turki Erdogan

NAMA lengkapnya Recep Tayyip Erdoğan, kerap disebut singkat Erdogan. Orang Turki membacanya Erdohan. Setelah kepemimpinan Attaturk, era Erdoganlah yang disebut paling kuat dan memiliki kekuasaan yang menyeluruh. Walau pemilihan umum 2015 yang lalu pada kesempatan pertama tidak mampu membentuk pemerintahan sendiri dengan suara yang diraih sekitar 40%.

Kemenangan AKP pada November 2015 melalui pemilihan ulang dengan suara yang melebihi 50% dari total kursi parlemen 550 memberi mandat yang sangat kuat bagi Erdogan dalam menjalankan pemerintahan tanpa gangguan parlemen. Sejak 2003 sampai 2014 memimpin dalam posisi sebagai perdana menteri. Kemudian Agustus 2014 menduduki kursi sebagai presiden pertama yang terpilih melalui pemilihan langsung.

Adalet ve Kalkinma Partisi (Partai Keadilan dan Pembangunan) yang disingkat AKP baru saja didirikan pada tahun 2001. Hanya setahun berselang 22 Juni 2002, memperoleh 323 kursi, partai ini mulai menapak dengan menjadi penguasa Turki.

Sejak kekuasaan AKP dengan tetap mempertahankan status sebagai negara sekuler, perempuan mulai menggunakan hijab di parlemen dimana sebelumnya merupakan sesuatu yang tabu. Perlawanan terhadap sekularisme yang sudah mengakar dan bahkan termaktub dalam konstitusi Turki tidak dilakukan secara terbuka sebagaimana yang dilakukan Partai Refah.

Lihat juga : Indonesia di Mata Orang Jepang

Pemerintahan AKP tidak secara ketat melakukan pembatasan hal-hal yang berbau keagamaan bahkan cenderung mereka menjadi pelopor seperti memberikan pilihan pelajaran agama dengan tema “Kehidupan Nabi Muhammad” dan “Bacaan Al-Quran”. Walaupun kedua pelajaran tersebut hanyalah pilihan tetapi ini sudah menjadi bagian dari kurikulum pendidikan dimana sebelumnya tidak diajarkan sama sekali.

Begitu pula dengan adanya penghapusan ketentuan untuk belajar Al-Quran yang mempersyaratkan batasan umur minimal 12 tahun. Pemerintahan AKP menghapuskan semua ketentuan itu, sehingga siapapun boleh belajar Al-Quran. Bahkan sekolah-sekolah tahfidz didirikan untuk memberikan kesempatan belajar dan menghafal Al-Quran.

Termasuk kebiasaan istri dan anak-anak Erdogan tampil di depan publik dengan memakai hijab. Tidak hanya ketika Erdogan sudah di puncak kekuasaan, jauh sebelum itu keluarga Erdogan sudah menggunakan hijab.

Terobosan ini tidak terlalu menjadi keberatan publik. Salah satunya karena penguatan ekonomi selama satu dasawrsa terakhir. Ini ditopang oleh lompatan ekonomi yang bisa dicapai Turki. Pendapatan rakyat Turki rata-rata 3.500 dollar Amerika Serikat pada awal kekuasaan AKP.

[nextpage title=”2″]

Sepuluh tahun setelahnya, sudah mencapai 11.000 dollar Amerika Serikat. Saat ini Turki merupakan kekuatan ekonomi terbesar keempat di Eropa. Inflasi mencapai 30% dan utang yang mencapai miliar dolar di awal kekuasaan AKP. Setelah itu pada tahun 2009, justru saat negara lain mengalami resesi, Turki justru mencapai pertumbuhan sampai dua digit.

Sekarang Turki kemudian menjadi negara donor yang menggelontorkan bantuan dana ke berbagai negara tetangga diantaranya Siprus, sekaligus mendamaikan perselisihan dua kelompok di Siprus.

Jumlah kunjungan wisatawan asing dari 3 juta orang menjadi 35 jua orang. Ini sebuah daya Tarik untuk datang ke Istanbul. Dari sebuah kota yang tidak menarik menjadi kota yang sangat bersih dan menyediakan transportasi publik yang sangat memadai.

Tidak saja untuk warganya tetapi juga untuk wisatawan yang datang. Diplomasi Turki di tingkat internasional menunjukkan peran yang signifikan. Dialog untuk keanggotaan di Uni Eropa mengalami kemajuan.

Lihat juga : Tepat Waktu dalam Tradisi Jepang

Pekan ini Turki menjadi tuan rumah konferensi negara-negara Islam (OIC). Pemerintahan Turki bisa mengundang Uni Eropa untuk mendiskusikan pembebasan visa bagi warga Turki yang akan memasuki wilayah visa Schengen. Juni 2016 merupakan awal pemberlakukan bebas visa untuk warga Turki untuk bepergian kemanapun batas Negara yang menggunakan visa Schengen.

Keberadaan Turki hari ini menjadi contoh betapa negara Islam (berpenduduk muslim) mampu menjadi contoh negara yang berdaulat dan menjadi pelopor dalam diplomasi antar bangsa. Dengan citra sebagai negara muslim yang moderat dan tetapi mampu membangun aliansi dengan negara-negara NATO.

Sebuah pilihan yang berbeda, Turki juga membangun diplomasi dengan Israel. Walaupun demikian, dengan dukungan pemerintah Turki, kapal Marmara menjadi bantuan kemanusiaan yang dikirim khusus ke Palestina, walaupun akhirnya tidak mampu mendarat.

Tetapi ini menunjukkan bahwa dukungan kepada Palestina tidak hanya cukup dengan teriakan dan diskusi tetapi perlu langkah-langkah untuk memberikan dukungan bagi krisis kemanusiaan yang ada di Palestina.

Dalam kaitan dengan ini, sesungguhnya apa yang terjadi di Turki dalam administrasi AKP adalah kemampuan untuk mengadaptasi keinginan publik menjadi bagian dari kebijakan pemerintahan. Termasuk memberikan kebanggaan kecil kepada masyarakat.

Kesebelasan Turki yang mampu mencapai juara tiga di Piala Dunia 2002 Korea-Jepang, kemudian saat ini sudah memastikan tempat sebagai peserta final Piala Eropa 2016 menjadi hadiah bagi masyarakat. Walaupun bukan ukuran tunggal tetapi dengan prestasi seperti ini, maka tentunya propaganda pemerintah dengan mudah diterima oleh masyarakat sehingga kemudian mereka dengan mudah memberikan suaranya kepada partai penguasa.

Ismail Suardi Wekke
Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sorong
Peneliti Majelis Sinergi Kalam (MASIKA) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI)

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …