Selasa , Januari 23 2018
Home / News / Ketua Presidium KAHMI Sayangkan Adanya Aktivis Pemeras. Ini Tanggapannya
KAHMI
KAHMI

Ketua Presidium KAHMI Sayangkan Adanya Aktivis Pemeras. Ini Tanggapannya

MAKASSAR – Terungkapnya ulah mahasiswa yang tergabung di Koalisi Aktivis Makassar (KAM) yang diduga memeras legislator DPRD Sulawesi Selatan, Syaharuddin Alrif, disayangkan berbagai pihak. Salah satunya Ketua Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulsel, Tobo Haeruddin.

Tobo mengatakan adanya aktivis pemeras telah mencederai nilai idealisme kampus yang selama ini dibangun. Mahasiswa sebagai sosial kontrol seharusnya berjuang tanpa ada embel-embel lain. “Gerakan itu harus murni untuk kepentingan masyarakat banyak,” kata Tobo kepada Makassar Terkini, Selasa, 1 Maret 2016.

Kondisi saat ini, kata Tobo, sudah jarang terlihat gerakan murni dari kampus. Kebanyakan yang turun ke jalan memiliki motif-motif tertentu untuk kepentingan atau keuntungan pribadi maupun kelompoknya.

“Gampang terbaca, mana gerakan murni dan mana yang cari uang kosan,” ujar Tobo.

Lihat juga : Koalisi Aktivis Bakal Dipolisikan Karena Diduga Memeras Legislator Sulsel

Gerakan mencari uang, menurut Politikus Nasdem Sulsel ini, nampak dari cara mereka menyampaikan aspirasi. Biasanya pendemo hanya 5 sampai 10 orang dan langsung ke instansi terkait, “Tapi ujung-ujungnya 86.”

Kalau yang murni memperjuangkan masyarakat, Tobo melanjutkan, itu diawali pengumpulan data dugaan pelanggaran. Setelah data dianggap lengkap barulah diklarifikasi atau diskusi ke instansi terkait, tidak langsung menggelar unjuk rasa. “Kalau datanya tidak benar yah tidak dilanjut,” ujarnya.

Bila pendekatan diskusi yang ditempuh tidak membuahkan hasil barulah menyampaikan aspirasi, tapi aspirasinya ke DPR. Kalau selama beberapa hari tidak ada hasil yang ditunjukkan DPR, silakan demonstrasi. “Ini yang tidak kelihatan,” tutur Tobo.

Tobo menuturkan seluruh stake holder perlu duduk bersama untuk memperbaik pola gerakan mahasiswa. Ketua Umum Jam’iyyah Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassary ini menilai masih ada waktu untuk merubah ideologi gerakan mahasiswa agar masyarakat simpati.

Koalisi Aktivis Makassar bakal dilapor ke Kepolisian Resort Kota Besar Makassar karena diduga telah memeras Syaharuddin sebesar Rp 30 juta. Permintaan uang itu agar mereka berhenti mendemo Kejati Sulselbar terkait dugaan korupsi alat pendidikan di Kabupaten Wajo yang menjerat Politisi Partai Nasdem itu.

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …