Kamis , Februari 22 2018
Home / News / Kicauan Twitter Almarhum Ali Mustafa Yaqub
Almarhum Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub (int)
Almarhum Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub (int)

Kicauan Twitter Almarhum Ali Mustafa Yaqub

MAKASSAR – Mantan imam besar Mesjid Istiqlal, K.H. Ali Mustafa Yaqub, meninggal dunia di RS Hermina, Jakarta, sekitar pukul 06.00 WIB, Kamis 28 April 2016.

Akun Twitter Ahli hadits dan intelektual muslim kaliber internasional ini, terakhir kali melakukan kicauan pada 14 Maret 2015, lalu. Postinan itu berisi 30 kicauan yang Yaqub membahas soal terorisme dan ISIS atau NISS dalam judul “NIIS, Khawarij, dan Terorisme”

“Ketika kami menerima empat senator AS di Masjid Istiqlal dan mereka menanyakan tentang ISIS/NIIS kami jawab bahwa NIIS bukanlah gerakan Islam,” tulis Yaqub dalam akun Twitternya bernama @AliMustafaYaqub.

“ISIS tidak pernah lahir dari rahim umat Islam. Hal itu karena ISIS karakter dan perilakunya sangat jauh bertentangan dengan ajaran Islam.” lanjutnya.

Baca juga:
Cara Cepat Belajar Logat Makassar
Cegah Penebangan Hutan, Dokter WNI Dapat Penghargaan dari Inggris
Lahan Makam di Makassar Full, Jenazah Ditumpuk Satu Liang

Sebelum Kultwit (Kuliah Twitter) itu pengasuh Pesantren Darussunnah, Ciputat, Tangerang Selatan ini juga membahas isu serupa. “Saya pernah tanya langsung kepada Duta Besar Irak untuk Indonesia, jawabannya ISIS adalah sekelompok orang yang berada di bawah Alqaeda”

“Jika berita-berita pembunuhan terhadap muslim dan nonmuslim yang dilakukan kelompok ISIS benar, berarti mereka bukan Islam”

“Islam tidak pernah mengajarkan muslim untuk membunuh karena perbedaan agama”

Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA lahir di Batang, Jawa Tengah, 2 Maret 1952. Ia adalah seorang Imam Besar Masjid Istiqlal. Pada 1966 masuk di Pondok Seblak Jombang sampai tingkat Tsanawiyah 1969. Kemudia di Pesantren Tebuireng Jombang.

Di samping belajar formal sampai Fakultas Syariah Universitas Hasyim Asy’ari, di Pesantren ini ia menekuni kitab-kitab kuning di bawah asuhan para kiai sepuh, antara lain al-Marhum KH. Idris Kamali, al-Marhum KH. Adlan Ali, al-Marhum KH. Shobari dan al-Musnid KH. Syansuri Badawi. Di Pesantren ini ia mengajar Bahasa Arab, sampai awal 1976.

Kemudian, pada 1976 ia menuntut ilmu lagi di Fakultas Syariah Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Saudi Arabia, sampai tamat dengan mendapatkan ijazah license, 1980. Masih di kota yang sama ia melanjutkan lagi di Universitas King Saud, Jurusan Tafsir dan Hadis, sampai tamat dengan memperoleh ijazah Master, 1985.

Setelah pulang ke tanah air dan kini mengajar di Institut Ilmu al-Quran (IIQ), Institut Studi Ilmu al-Quran (ISIQ/PTIQ), Pengajian Tinggi Islam Masjid Istiqlal, Pendidikan Kader Ulama (PKU) MUI, Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STIDA) al-Hamidiyah, dan IAIN Syarif Hidayatullah, Tahun 1989, bersama keluarganya ia mendirikan Pesantren “Darus-Salam” di desa kelahirannya.

Ali Musthafa Yaqub adalah mantan Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Riyadh yang aktif menulis ini, Sekjen Pimpinan Pusat Ittihadul Muaballighin, Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat, Ketua STIDA al-Hamidiyah Jakarta, dan sejak Ramadhan 1415 H/Februari 1995 ia diamanati untuk menjadi Pengasuh/Pelaksana Harian Pesantren al-Hamidiyah Depok, setelah pendirinya KH. Achmad Sjaichu wafat 4 Januari 1995. Terakhir ia didaulat oleh kawan-kawannya untuk menjadi Ketua Lembaga Pengkajian Hadis Indonesia (LepHi).

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …