Kamis , Februari 22 2018
Home / News / Kodam VII Wirabuana bantu keluarga Brigjend Frans pindah rumah
Kodam VII Wirabuana membantu sarana transportasi, untuk memperlancar perpindahan keluarga almarhum Brigjend Frans Karangan/foto: Prayudha
Kodam VII Wirabuana membantu sarana transportasi, untuk memperlancar perpindahan keluarga almarhum Brigjend Frans Karangan/foto: Prayudha

Kodam VII Wirabuana bantu keluarga Brigjend Frans pindah rumah

MAKASSAR – Kodam VII Wirabuana membantu sarana transportasi, termasuk tenaga, untuk memperlancar perpindahan keluarga almarhum Brigjend Frans Karangan dari rumah dinas ke rumah pribadinya, Kamis 6 Oktober 2016.

Kepala Penerangan Kodam VII Wirabuana (Kapedam) Kolonel Inf Alamsyah menjelaskan, rumah dinas milik TNI Angkatan Darat (AD) tersebut, terletak di Jalan Klabat No. E-8 atau 25 yang ditempati oleh keluarga almarhum Brigjen Frans Karangan sejak 1960, terdaftar dalam inventaris kekayaan negara Nomor Register 31408007 serta SIMAK BMN, dan telah bersertifikat No. 20013 atas nama TNI AD, dalam hal ini Kodam VII Wirabuana.

“Rumah dinas Brigjen TNI Frans masih ditempati keluarganya meskipun yang bersangkutan sudah pensiun dan meninggal. Pada pertengahan 2016 Kodam VII Wirabuana melakukan pendekatan kekeluargaan dengan keluarga Ny. Sinta Karangan, agar berkenan pindah ke rumah pribadi sehubungan akan ditempati oleh pejabat aktif. Maka hari ini dengan penuh kerelaan, sadar dan ikhlas, putri almarhum pindah dari rumah dinas Kodam VII/Wirabuana ke rumah pribadinya,” jelas Alamsyah saat di konfirmasi MAKASSARTERKINI.com.

Apa yang dilakukan oleh keluarga Almarhum, sambungnya, merupakan teladan bagi para keluarga prajurit TNI yang menempati atau tinggal di rumah dinas. Kodam VII Wirabuana memberikan apresiasi yang tinggi terhadap keluarga, yang dengan kerelaan pribadi menyerahkan aset negara tersebut.

Alamsyah menambahkan, keluarga juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Kodam VII Wirabuana, karena selama ini masih memberikan kesempatan keluarganya menetap di rumah dinas tanpa dipungut biaya. Bahkan menyediakan akomodasi bagi keluarga untuk mengangkut dan memindahkan barang-barangnya. Sekitar 6 truk dan 30 personel digerakkan Kodam dalam kegiatan tersebut. (B)

Prayudha

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …