Selasa , Januari 23 2018
Home / News / Korupsi Kakao, Direktur CV Karya Baru Hadiri Panggilan Jaksa
Juru Bicara Kejati Sulselbar Salahuddin / Foto : Herman Kambuna
Juru Bicara Kejati Sulselbar Salahuddin / Foto : Herman Kambuna

Korupsi Kakao, Direktur CV Karya Baru Hadiri Panggilan Jaksa

MAKASSAR – Setelah dua kali mangkir dari panggilan jaksa, Direktur CV‎ Karya Baru, Muliawan Agus, akhirnya mendatangi gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar, sebelum dilayangkan pemanggilan ketiga. Dia dipanggil untuk diambil keterangannya dalam proses penyidikan perkara dugaan korupsi pengadaan bibit kakao sambung pucuk.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulselbar, Salahuddin, mengatakan alasan pemanggilan pertama dan kedua terhadap Muliawan Agus yang merupakan rekanan dari proyek sambung pucuk tidak hadir dalam pemeriksaan karena sedang berada di Jakarta. “Yang bersangkutan mengetahui ada panggilan pertama, hanya saja dia berada di Jakarta,” kata Salahuddin, Sabtu 1 Juli 2016.

Lebih lanjut Salahuddin, mengatakan, belum sempat dilakukan pemanggilan yang ketiga, Muliawan Agus sudah datang ‎lebih dulu ke Kejaksaan. Kedatangannya sendiri diperiksa sebagai saksi selama dua jam. Menurut Salahuddin, dalam pemeriksaan itu Muliawan Agus menerangkan bahwa perusahaan yang dipimpinya pernah ikut lelang.

Lihat juga : KPK Bisa Ambil Alih Kasus Mandek di Sulawesi Selatan

“Dia menerangkan perusahaannya pernah ikut lelang, pengadaannya di Luwu Utara dan menang, 4,6 miliar lebih. Sebanyak 600 bibit, tetapi yang menikmati uang pengadaan bukan dia melainkan kakak kandungnya,” terang Salahuddin.

Menurut Salahuddin, perusahaan milik Muliawan dipakai oleh kakak kandungnya‎ bernama Adriawan Agus. “Dialah yang menyiapkan semua dokumen saat mengikuti lelang. Segala sesuatunya disiapkan oleh kakaknya termasuk seluruh penangkar, dan menjadi pemenang lelang,” tutur Salahuddin.

‎Dalam proses penyidikan ini, Kejati Sulselbar telah menggadeng tim ahli untuk melakukan audit mengetahui berapa kerugian negara pengadaan sambung pucuk kakao yang diperuntukan di lima kabupaten diantaranya kabupaten Soppeng Kabupaten Bone, Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Bantaeng dengan menggunakan angaran APBD tahun 2015 sebesar Rp 12 miliar.

Herman Kambuna

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …