Senin , Januari 22 2018
Home / Event / KPI minta industri pertelevisian kreatif hadirkan konten cerdas
Meperingati Hari Komunikasi Nasional (Harkomnas) 2016, Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) memilih Makassar sebagai pusat kegiatan. Ketua Umum ISKI Yuliandre Darwis mengungkapkan, kegiatan merupakan yang kedua kalinya setelah dideklarasikan pertama kali di Solo, Jawa Tengah 2015 lalu. / Masyudi Firmansyah
Meperingati Hari Komunikasi Nasional (Harkomnas) 2016, Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) memilih Makassar sebagai pusat kegiatan. Ketua Umum ISKI Yuliandre Darwis mengungkapkan, kegiatan merupakan yang kedua kalinya setelah dideklarasikan pertama kali di Solo, Jawa Tengah 2015 lalu. / Masyudi Firmansyah

KPI minta industri pertelevisian kreatif hadirkan konten cerdas

MAKASSAR – Semakin berkembangnya teknologi di era digitalisasi ini patut diwaspadai. Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis mengatakan, KPI butuh bekerja keras untuk tetap mengawasi tayangan asing yang kini lebih banyak mendominasi tayangan program televisi.

“Kita ingin industri pertelevisian terus menghadirkan tayangan program yang cerdas dan sehat,” ungkap Andre sapaan akrabnya pada media forum Hari Komunikasi Nasional (Harkomnas) 2016 berlangsung di Hotel Gammara, Selasa 11 Oktober 2016.

Pada acara yang digelar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) ini, ia juga menyatakan yang dibutuhkan adalah bagaiamana kreativitas industri pretelevisian dalam setiap menanyangkan programnya.

“Utamanya program tayangan yang sesuai karakter bangsa Indonesia,” tambah Andre yang juga merupakan Ketua Umum ISKI Pusat.

Menurutnya, tontonan sehat dan mencerdaskan perlu terus dikembangkan, misalnya dari segi konten dan topik. Hal itu Andre tentu menjadi tantangan tertentu bagi industri pertelevisian Indonesia, namun harus tetap dihadapi.

“Sudah terlalu banyak konten asing yang menguasai layar kaca kita. Kenapa? Karena kurangnya kreativitas yang dihadirkan industri pertelevisian kita,” bebernya.

Untuk menghindari semakin maraknya tayangan program asing, Andre berharap seluruh stakeholder bisa saling bersinergi menghadirkan regulasi. Misalnya, berdiskusi dengan pemerintah untuk membahas tentang pengawasan tayangan televisi agar tetap menghadirkan tayangan yang lebih cerdas dan positif.

Hal itu pulalah yang akan dirumuskan pada Harkomnas yang diikuti sebanyak 600 peserta dari berbagai wilayah. Selain itu, kegiatan juga melibatkan sejumlah akademisi, mahasiswa, dan pegiat media di Indonesia.

Acara akan berlangsung hingga Kamis 13 Oktober 2016. Rencananya, beberapa pejabat negara juga bakal hadir pada rangkaian acara yang digelar ISKI. Mereka yang direncanakan hadir adalah Menkomaritim Luhut Binsar Panjaitan, Menristekdikti Mohammad Nasir, Sekretaris Kabinet Pamono Anung, serta Menkominfo Rudiantara. (B)

Andini Ristyaningrum

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …