Sabtu , Februari 24 2018
Home / News / KPPU Canangkan Pembentukan Perda Pengawasan Pasar
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang mengikuti Forum Diskusi "Stabilitas Harga Barang Strategis Menjelang Bulan Ramadhan" di Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo, Jumat 20 Mei 2016 / Arul Ramadhan
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang mengikuti Forum Diskusi "Stabilitas Harga Barang Strategis Menjelang Bulan Ramadhan" di Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo, Jumat 20 Mei 2016 / Arul Ramadhan

KPPU Canangkan Pembentukan Perda Pengawasan Pasar

 

MAKASSARTERKINI.com – Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Pusat bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dalam waktu dekat berencana akan membentuk peraturan daerah (Perda) baru terkait dengan pengawasan pasar. Perda baru itu dibuat untuk mengawasai persaingan usaha pasar modern dengan pasar tradisional yang seakan terkikis.

Lihat juga: Pemprov Tekan Pengeluaran Beras Keluar Sulawesi

“Jadi khusus untuk perda pembagian pasar, itu penting untuk didiskusikan sesegera mungkin sehingga ada pembagian yang jelas terhadap pengusaha pasar-pasar besar itu,” jelas Ketua KPPU Pusat, Dr. Syarkawi Rauf saat ditemui usai mengikuti Forum Diskusi “Stabilitas Harga Barang Strategis Menjelang Bulan Ramadhan” di Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo, Jumat 20 Mei 2016.

Persaingan dalam konteks pasar, khususnya modern dan pasar tradisional dijelaskan Syarkawi harus mempunyai pembagian yang jelas. Pasar modern dalam hal ini pengusaha besar menurut dia mestinya harus konsisten dengan melayani kebutuhan industri.

Sementara untuk pasar tradisional, lebih kepada konteks bahan pokok dan kebutuhan-kebutuhan umum para konsumen di dalam masyarakat.

Lihat juga: Pedagang Nakal Siap-siap Kena Sanksi

“Kalau begitukan pembagian pasarnya jelas, misalnya pengusaha besar-besar itu melayani kebutuhan industri, hotel kemudian restoran. Kemudian kalau pasar tradisional dipasok dengan pedagang-pedagang dan peternak-peternak yang mandiri,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut dia, sembari melakukan pendiskusian awal dengan pemerintah setempat dan seluruh jajaran dengan melakukan maksimalisasi dalam upaya pembentukan Perda baru itu.

Ia yakin hal tersebut akan menciptakan pedagang atau peternak-peternak yang ada di daerah dan mencapai jumlah yang cukup banyak agar mandiri dalam membangun ekonomi kerakyatan di Sulsel.

Arul Ramadhan

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …