Selasa , Januari 23 2018
Home / Ekonomi / Lagi, ekspor Sulsel turun 6,53 persen
Kepala BPS Sulsel Nursam Salam memaparkan tentang inflasi yang terjadi di Sulsel pada September 2016. / Andini Ristyaningrum (Dok MT)
Kepala BPS Sulsel Nursam Salam memaparkan tentang inflasi yang terjadi di Sulsel pada September 2016. / Andini Ristyaningrum (Dok MT)

Lagi, ekspor Sulsel turun 6,53 persen

MAKASSAR – Pertumbuhan ekspor Sulsel kembali menunjukkan penurunan kinerja. Meski telah mengalami peningkatan pada Agustus lalu, namun pada September ekspor Sulsel mengalami penurunan sebesar 6,53 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat nilai ekspor Sulsel mengalami penurunan dari angka 118,18 juta dolar AS menjadi 110,46 juta dolar AS.

Hal itu diungkapkan Kepala BPS Sulsel Nursam Salam pada jumpa pers yang berlangsung di kantor BPS Sulsel, Jalan Haji Bau, Makassar, Senin 17 Oktober 2016.

Beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya penurunan nilai ekspor Sulsel pada September lalu. “Salah satu faktornya itu adalah fluktuasi yang terjadi di pasar global,” katanya.

Kondisi ekonomi di negara tujuan ekspor Sulsel juga menjadi salah satu faktor menurunnya nilai ekspor. Nursam juga menyebutkan, permintaan dari negara tujuan ekspor Sulsel juga mengalami kelesuan. Misalnya, permintaan pada salah satu komoditi andalan Sulsel yaitu ikan dan udang yang juga mengalami  penurunan.

“Pada Agustus lalu nilai ekspor untuk ikan dan udang mencapai 10,10 juta dolar AS. Namun, pada September menurun jadi 9,27 juta dolar AS, menurun sekitar 8,23 persen,” terang Nursam.

Tak hanya pada komoditi ikan dan udang yang mengalami penurunan permintaan. Salah satu komoditi andalan lainnya, yaitu kakao juga mengalami penurunan yang cukup drsatis. Pada Agustus lalu nilai ekspor Sulsel untuk komoditi kakao mencapai 24,29 juta dolar AS, sementara di September menurun jadi 14,93 juta dolar AS. “Untuk komoditi kakao menurun sampai 38,54 persen,” tambah Nursam.

Menurunnya permintaan dari kedua komoditi andalan Sulsel itu tentu mempengaruhi nilai keduanya. Hal itu pulalah yang menjadi faktor menuntunnya nilai ekspor Sulsel pada September lalu. Meski begitu, Nursam menjelaskan menurunnya nilai ekspor tak mempengaruhi neraca perdagangan Sulsel. “September Sulsel tetap surplus sebesar 31,61 juta dolar AS,” tutup Nursam. (B)

Andini Ristyaningrum

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …