Rabu , Januari 24 2018
Home / Headline / Lihat cerita mantan pejuang ini bebaskan Sulsel dari penjajah
Untuk mengenang dan memaknai kemerdekaan, MAKASSARTERKINI.com mewawancarai seorang veteran bernama Mustari Makassang (91) di Makassar, Rabu (17/8/2016). / Foto: Degina Adenesa
Untuk mengenang dan memaknai kemerdekaan, MAKASSARTERKINI.com mewawancarai seorang veteran bernama Mustari Makassang (91) di Makassar, Rabu (17/8/2016). / Foto: Degina Adenesa

Lihat cerita mantan pejuang ini bebaskan Sulsel dari penjajah

MAKASSAR – Kemerdekaan tidak dapat dilepaskan dari kontribusi para veteran yang berjuang hingga titik darah penghabisan di masa lalu. Untuk mengenang makna kemerdekaan tersebut, MAKASSARTERKINI.com mewawancarai seorang veteran bernama Mustari Makassang (91) di Makassar, Rabu (17/8/2016).

Ia adalah salah seorang pejuang yang berusaha membebaskan Sulawesi Selatan (Sulsel) dari tangan penjajah Belanda. Mustari yang saat itu bertugas mengawal Emi Saelan dan Robert Wolter Mongisidi, menceritakan kisah mendebarkan sekaligus haru ketika menghadapi penjajah.

“Dulu, kalau ada Belanda, kelihatan dari kapalnya (pesawat terbang). Itu juga berarti ada pembersihan (genosida). Kalau saya ingat, saya pasti menangis. Soalnya, saya lihat orang tua saya dibunuh sama Belanda. Di situlah, saya berniat berjuang demi (membebaskan) bangsa dan negara (dari Belanda),” terang Mustari dalam dialek bahasa Makassar.

Mustari yang kini tinggal di Jalan Tanjung Merdeka, Makassar dengan kondisi tak mampu berjalan, kembali menceritakan kejadian yang ia saksikan saat Indonesia masih berjuang mengusir Belanda dari Tanah Air.

“Ini kaki saya terkena peluru, sehingga setengah mati berjalan (pincang). Jika ingat zaman perjuangan itu, kita dapat melihat banyak darah mengalir. Belanda dulu membunuhi orang-orang kemudian dimasukkan ke dalam karung. Banyak sekali orang yang mati terbunuh,” papar Mustari.

Ia mengungkapkan, berkat strategi dan kecerdikanlah sehingga Indonesia dapat mengalahkan Belanda. “Dengan senjata seadanya, bambu runcing kita dapat menjatuhkan (mengalahkan) Belanda,” urainya.

Mustari tak menampik, apa yang diperoleh bangsa ini, kemerdekaan tidak lepas dari kuasa Tuhan. “Iya, ini betul-betul karena niat untuk merdeka dan rida dari Allah. Bayangkan saja, hanya dengan bambu runcing kita bisa mengusir Belanda (dengan persenjataan yang lebih lengkap),” ujar Mustari.

Degina Adenesa

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …