Senin , Januari 22 2018
Home / Headline / Makassar sumbang penyakit Tuberculosis terbesar di Sulsel
Wali Kota Danny menerima audiens Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Makassar di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jumat 7 Oktober 2016
Wali Kota Danny menerima audiens Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Makassar di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jumat 7 Oktober 2016

Makassar sumbang penyakit Tuberculosis terbesar di Sulsel

MAKASSAR – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto menjanjikan rencana penerbitan peraturan Wali Kota (Perwali) untuk penanggulangan penyakit Tuberculosis (TB) di Kota Makassar.

Janji tersebut dikemukakan Danny saat menerima audiens Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Makassar di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jumat 7 Oktober 2016.

Audiens ini diikuti oleh pengelola program TB Care Kota Makassar dan Sulsel yang pimpin langsung oleh Ketua Aisyiyah, Siti Hamdana Dachlan. Hadir juga Anggota DPRD Makassar Agung Wirawan.

Perwali ini kata Danny dapat menjadi dasar hukum untuk membantu dalam pencarian, penemuan, serta penaggulangan TB di Kota Makassar.

“Kami mendukung apa yang digeliatkan Aisyiyah dalam menaggulangi TB di Kota Makasssar, karena ini sangat membantu serta sejalan dengan apa yang dilakukan Pemkot untuk menjadikan Makassar sebagai kota sehat,” ungkap Danny.

Danny menambahkan, untuk pelayanan di lapangan saat ini Pemkot juga telah menghadirkan Makassar Homecare. Ia berpesan, program tersebut juga dapat dimanfaatkan Aisyiyah dalam penemuan dan pelayanan kasus TB di lapangan.

Disinggung soal Perda TB yang diusulkan Aisyiyah melalui DPRD Makassar, Danny mengungkapkan bahwa dirinya juga mendukung hal tersebut, namun ia meminta Aisyiyah untuk tetap bersabar karena tahapannya yang panjang, serta perlu disinkronisasikan dengan perda penyakit lain.

“Jadi Aisyiyah boleh tetap melanjutkan perjuangan untuk Perda di DPRD, kami dukung itu tapi karena prosesnya yang panjang, tidak masalah kita buatkan Perwali sebagai pijakan sambil menunggu Perda itu ada,” jelasnya.

Dengan Perwali yang dijanjikan Wali Kota, bagi Aisyiyah ia akan sangat membantu sebagai dasar dalam upaya penanggulangan TB di Kota Daeng, mengingat Makassar saat ini masih menjadi penyumbang terbesar kasus TB di Sulsel.

“Makassar yang tertinggi di Sulsel, berdasarkan data Dinas Kesehatan tahun 2015 saja, angka CNR TB di Makassar mencapai 250 kasus per 100.000 penduduk, ia menjadi yang tertinggi di Sulsel,” ujar Koordinator TB Care Aisyiyah, Rifqah Ma’mur.

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …