Selasa , Januari 23 2018
Home / News / Mana lebih baik, beli rumah baru atau bekas?
Mana lebih baik, beli rumah baru atau bekas? Pertanyaan ini sering terlontar dalam pikiran eksekutif muda maupun pekerja profesional yang hendak membeli rumah untuk pertama kalinya. / Foto: Google
Mana lebih baik, beli rumah baru atau bekas? Pertanyaan ini sering terlontar dalam pikiran eksekutif muda maupun pekerja profesional yang hendak membeli rumah untuk pertama kalinya. / Foto: Google

Mana lebih baik, beli rumah baru atau bekas?

MAKASSAR – Pertanyaan ini sering terlontar dalam pikiran eksekutif muda maupun pekerja profesional yang hendak membeli rumah untuk pertama kalinya. Meskipun sama-sama memenuhi kebutuhan terkait hunian, akan tetapi tetap saja ada bedanya.

Untuk orang yang memiliki intuisi bisnis, beli rumah memang bisa menjadi investasi yang menguntungkan. Tidak hanya karena rumah bisa mendatangkan penghasilan dengan disewakan, namun juga ketika di kemudian hari dijual harganya bisa lebih tinggi dibandingkan harga beli. Pasalnya, harga rumah dan properti lainnya umumnya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Tetapi, tunggu dulu. Kabar buruknya, kalau saat ini seseorang punya rumah (dalam artian rumah sendiri, bukan milik orang tua, keluarga, atau kontrak), untuk membelinya harus merogoh kocek lebih dalam. Makanya, inilah perlunya melirik salah satu produk perbankan terkait properti, yaitu Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Dengan KPR, cukup miliki uang muka yang diperlukan untuk pengajuan kredit, selanjutnya nasabah bisa mencicil rumah idaman dengan jangka waktu yang bisa dipilih sesuai kemampuan pembayaran.

Jika sudah “deal” soal KPR, selalu muncul pertanyaan yang gampang-gampang sulit, lebih bagus mana membeli membeli rumah baru atau rumah bekas? Agar tidak kebingungan dengan pilihan tersebut, berikut beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan:

Beli rumah bekas

Relatif lebih murah. Ya, sudah tentu harga rumah bekas relatif lebih murah. Maksudnya, dengan memakai jumlah uang yang sama, seseorang dapat membeli rumah bekas dengan luas lebih besar dibanding rumah yang benar-benar baru. Jika ingin membeli rumah bekas secara kredit, maka bank akan lakukan pengecekan terlebih dulu terhadap kondisi rumah itu..

Lingkungan sosial sudah terbentuk. Rumah bekas biasanya berada di lingkungan yang sudah memiliki fasilitas sosial. Artinya, pemilik rumah yang baru sudah langsung memiliki tetangga, fasilitas olahraga, atau tempat ibadah. Karena itu, sebelum membelinya harus detail bertanya kepada penduduk yang tinggal di sekitar rumah tentang kondisi rumah dan lingkungan.

Beli rumah bekas bisa langsung ditempati. Sebagian besar kebutuhan pokok rumah sudah ditangani pemilik lama. Tidak perlu repot memasang sambungan telepon, jaringan listrik, atau air bersih. Bahkan, tidak perlu menunggu lama untuk membuat sertifikat rumah. Cukup cek kelengkapan surat dan lakukan balik nama dari sertifikat milik pemilik lama.

Harus merenovasi. Pekerjaan rumah yang seringkali wajib dilakukan saat membeli rumah bekas adalah renovasi. Tanpa renovasi, pembeli akan mendapatkan bangunan bermodel lama. Apalagi, karena sudah ditempati banyak hal yang bisa jadi sudah rusak. Contohnya, atap bocor, pintu pagar berkarat, dan sbagainya. Karena itu, selain dana untuk membeli rumah, maka seseorang wajib menyediakan dana untuk merenovasi. Apakah rumah membutuhkan renovasi kecil atau besar, hal itu tergantung kecermatan menilai kondisi rumah, yang biasanya berimbas pada harga beli.

Beli rumah baru

Keamanan lingkungan terjamin. Tren perumahan baru saat ini biasanya ada dalam lingkungan berbentuk kelompok-kelompok kecil atau cluster. Bentuk cluster biasanya cuma memiliki satu gerbang dan memiliki petugas keamanan yang bekerja 24 jam.  Oleh karena itu, keamanan rumah akan lebih terjamin. Bahkan, lalu lintas di sekitar rumah juga cenderung tidak padat dan ramai. Karena itu relatif lebih aman untuk menjadi sarana bermain anak-anak atau hewan peliharaan.

Memiliki garansi atau asuransi. Biasanya rumah baru memiliki masa garansi atau asuransi rumah. Jadi, ketika dalam masa garansi tersebut rumah yang dibeli mengalami masalah seperti tembok retak atau bahkan roboh, seseorang tidak perlu mengeluarkan uang untuk memperbaikinya. Tinggal urus klaimnya saja.

Lingkungan sosial belum ada. Rumah yang benar-benar baru bukan tidak mungkin tanpa penghuni lain. Artinya, seseorang tidak memiliki tetangga dan fasilitas sosial lainnya. Bahkan, terkadang bukan hanya tetangga, tetapi rumah yang sudah dibeli pun belum terbangun. Ada risiko untuk rumah-rumah jenis ini. Misalnya, ternyata perumahan baru tersebut minim penjual, sehingga rumah yang ditempati seakan-akan berada di area tanpa tetangga. Hal itu tentu mengundang risiko lain, misalnya risiko keamanan.

Effendy Wongso

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …