Senin , Januari 22 2018
Home / News / Menarik, siswa SMP Takalar temukan Tape dari bahan Sukun
Siswi SMPN 2 Takalar melakukan percobaan membuat tape dari bahan Sukun (foto: Usaid Prioritas Takalar)
Siswi SMPN 2 Takalar melakukan percobaan membuat tape dari bahan Sukun (foto: Usaid Prioritas Takalar)

Menarik, siswa SMP Takalar temukan Tape dari bahan Sukun

TAKALAR – Pengolahan hasil bumi di daerah Takalar,  Sulawesi Selatan (Sulsel), seperti Padi, Jagung, Sukun dan lainnya, untuk menjadi bahan makanan, masih banyak bersifat tradisional. Metode bioteknologi bisa dilakukan, untuk menghasilkan produk-produk baru, unik dan layak dijual.

“Saya mengarahkan siswa metode pembelajaran aktif. Membuat percobaan bioteknologi untuk menghasilkan jenis makanan tape dari berbagai macam bahan baku, seperti Sukun, Pisang dan Talas. Ternyata berhasil dengan baik,” ujar Mukhlis, guru IPA kelas 9 SMPN 2 Takalar, melalui riis yang diterima Makassarterkini.com, Senin (15/8/ 2016).

Sebagai langkah awal, para siswa bimbingan Mukhlis diminta mengamati tekstur dan mencoba rasa masing-masing produk bioteknologi pada umumnya, seperti Sinkong dan Ketan.  Setelah itu, mereka diminta membuat tape dari bahan makanan yang dipilih sendiri Jagung, Kentang, Sukun, Talas, Pisang dan Ubi Jalar.

Selanjutnya, bahan makanan dicuci sampai bersih dan dikukus menggunakan panci. Lalu dikupas dan dipotong sesuai selera, sambil diamati tekstur dan rasanya. Bahan kemudian ditaburi ragi yang sudah dihaluskan, dan dibungkus daun pisang dengan rapat. Terakhir, disimpan dalam plastik atau wadah lain yang tertutup rapat di laboratorium. Itu dilakukan selama tiga hari untuk proses fermentasi.

“Bahan harus tertutup rapat, agar tidak ada bakteri lain yang bisa mencampuri proses-proses fermentasi, sehingga bisa menghasilkan rasa berbeda,” ucap Mukhlis, yang juga menjadi salah satu fasilitator daerah Usaid Prioritas Takalar.

Setelah hari ketiga, ternyata semua bahan berhasil berubah menjadi tape. Tapi menurut salah seorang siswa bernama Fatriasi, rasa dari masing-masing bahan baku berbeda-beda. Kentang ternyata rasanya menjadi hambar, Talas sama sekali tidak enak dengan bau menyengat. Sementara Sukun, Pisang tua dan Jagung rasanya berubah jadi unik, kecut-kecut manis dan enak.

“Dari hasil percobaan untuk semua bahan makanan, kami tarik kesimpulan tiga diantaranya bisa menjadi alternatif makanan yang layak dijual,” ungkapnya.

Dengan keberhasilan percobaan ini, Mukhlis berharap para siswanya bisa memasarkannya suatu saat. Agar jadi produk alternatif untuk makanan tradisional khas Sulsel.

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …