Senin , Januari 22 2018
Home / Event / Musikus Makassar tampil memukau di orkes World Culture Forum 2016
Di bawah payung Unesco dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Indonesia kembali menjadi penyelenggara dan tuan rumah World Culture Forum (WCF) 2016, 10-13 Oktober di Nusa Dua, Bali.  / Ist
Di bawah payung Unesco dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Indonesia kembali menjadi penyelenggara dan tuan rumah World Culture Forum (WCF) 2016, 10-13 Oktober di Nusa Dua, Bali. / Ist

Musikus Makassar tampil memukau di orkes World Culture Forum 2016

MAKASSAR – Di bawah payung Unesco dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Indonesia kembali menjadi penyelenggara dan tuan rumah World Culture Forum (WCF) 2016, 10-13 Oktober di Nusa Dua, Bali.

Tujuan Forum Global yang diketuai Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid ini, yang diadakan kedua kalinya setelah 2013 adalah untuk menghasilkan suatu kesepakatan agenda pembangunan internasional bagi kebudayaan guna memanfaatkan keragaman, mempromosikan perdamaian, dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.

Dari warisan budaya hingga ke industri budaya dan kreatif, budaya berfungsi sebagai pelaksana dan pendorong dari dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan dari pembangunan berkelanjutan. Forum ini membawa kearifan lokal dan budaya dari Indonesia dan dunia, dijembatani teknologi untuk menjadi nilai global bagi pembangunan masa depan yang berkelanjutan.

Di bidang musik, ada keistimewaan dalam tahun ini, yaitu WCF mempercayakan komponis dan pianis terkemuka Indonesia Ananda Sukarlan untuk mempresentasikan musik klasik (musik sastra) Indonesia ke dunia untuk pertama kalinya dalam forum dunia.

Ini untuk membuktikan Indonesia juga memiliki identitas yang kuat dalam genre musik ini untuk bisa mewakili Indonesia di dunia internasional. Ananda menyampaikan pidatonya, serta konser beserta orkesnya dalam penutupan forum akbar ini pada 13 Oktober lalu. Karena Ananda Sukarlan Orchestra memang tidak memiliki anggota tetap, untuk acara ini ia memilih para pemain musik terbaik yang dipilih bukan hanya dari Jakarta, tetapi dari seluruh penjuru Nusantara.

Makassar beruntung memiliki Riz Ramadhan, pemain biola yang terpilih menjadi anggota orkes Ananda Sukarlan ini. Ia menjadi satu-satunya musikus dari wilayah Indonesia timur yang terpilih untuk menjadi anggota orkes ini.

Bersama 37 rekannya, orkes ini memainkan tiga karya Ananda Sukarlan yang mengusung tema dan karya seni Indonesia: “Selamat Pagi, Indonesia” berdasarkan puisi Sapardi Djoko Damono, “Fantasia on Selendang Sutra” berdasarkan lagu Ismail Marzuki yang diorkestrasi secara megah, serta “An Ode to The Nation”, sebuah karya permintaan BJ Habibie kepada Ananda untuk mengabadikan cintanya kepada dua ibu: Ibu Ainun almarhumah istrinya dan Ibu Pertiwi.

Selain itu, mereka mengetengahkan dua solois vokalis pemenang Kompetisi Vokal Nasional “Tembang Puitik Ananda Sukarlan”, yaitu Mariska Setiawan (soprano) dan Widhawan Aryo Pradhita (tenor) yang kebetulan keduanya lahir dan tinggal di Surabaya.

Riz kini mengajar di Grazioso Music School, Jalan Onta lama 47 di Makassar, dan sekali-sekali mengikuti masterclasses untuk biola. Ia memiliki kesan tersendiri di pengalaman yang buatnya luar biasa ini.

“Bermain dalam sebuah orkestra, seperti dalam acara WCF ini adalah sebuah kesempatan istimewa bagi saya. Bermain dalam orkestra adalah wujud kerja sama yang paling ideal,” ungkapnya.

Menurutnya, menyatukan banyak individu bukanlah hal mudah namun dengan sebuah karya musik, mereka bisa saling mendengarkan, bersatu, dan mempersembahkan sesuatu untuk disampaikan kepada audience sebagai wujud ekspresi, termasuk mewujudkan ekspresi seni identitas sebagai identitas musisi Indonesia.

Dihadiri lebih 1.500 delegasi dari 63 negara, WCF tahun ini berakhir dengan dimapankannya Bali Declaration, sebuah deklarasi yang menawarkan ide-ide untuk membuat kesenian dan kebudayaan menjadi basis penting dalam pembangunan socio-ekonomi.

Peran para pemuda juga menjadi bagian penting dalam Bali Declaration. Ananda sendiri berencana untuk terus mengajak para musikus muda untuk presentasinya memperkenalkan musik sastra Indonesia ke dunia, menyelenggarakan berbagai kompetisi seperti yang telah dilakukannya selama ini untuk menemukan bakat-bakat baru yang menjadi aset berharga negara.

Pada November tahun ini, Ananda juga menjadi ketua juri kompetisi piano Nusantara, yang akan diselenggarakan di lima kota termasuk Makassar, yang diadakan 6 November di kediaman Wali Kota Mohammad Ramdhan Pomanto dan mendapat dukungan penuh orang nomor satu di Makassar ini.

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …