Kamis , Februari 22 2018
Home / Headline / Narendra KDI meninggal dunia akibat meningitis
- Innalilahi Wa Inna Ilaihi Roji'uun, berita mengejutkan datang dari penyanyi dangdut Narendra. Narendra meninggal dunia pada Kamis, 6 Oktober 2016 jam 15.00 Wib di Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara. / Ist
- Innalilahi Wa Inna Ilaihi Roji'uun, berita mengejutkan datang dari penyanyi dangdut Narendra. Narendra meninggal dunia pada Kamis, 6 Oktober 2016 jam 15.00 Wib di Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara. / Ist

Narendra KDI meninggal dunia akibat meningitis

JAKARTA – Innalilahi Wa Inna Ilaihi Roji’uun, kabar duka datang dari penyanyi dangdut Narendra. Narendra meninggal dunia pada Kamis, 6 Oktober 2016 jam 15.00 Wib di Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara.

Penyanyi dangdut berusia 38 tahun ini meninggal dunia setelah lima hari dirawat di rumah sakit. Kabar meninggalnya Narendra ini dibenarkan kakaknya, Dewi saat dikonfirmasi wartawan.

Ia membenarkan, jika Narendra meninggal dunia sekitar jam tiga sore. “Ia jarang mengeluh sakit. Sudah lima hari dirawat, menurut dokter, ia mengidap meningitis,” tutur Dewi.

Berita duka ini juga disampaikan Dian Eka Putra melalui akun Instagramnya. “Innalilahi Wa Inna Ilaihi Roji’uun, tiada yang tahu kapan dan di mana kita semua akan meninggal. Mendapat kabar dari Mbak Ika Wulandari. Narendra KDI 1, sekitar 10 hari yang lalu sempat mengambil fotonya saat tampil sebagai artis pengisi acara di Pesta Rakyat 2016, karena sakit. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosanya dan diterima semua amal baiknya,” tulisnya sebagai keterangan foto.

Seperti diketahui, Narendra sempat mengisi sebuah acara di Malaysia pada 25 September 2016. Akan tetapi, sepulangnya ke Jakarta, Narendra jatuh sakit dan dilarikan ke rumah sakit. “Ia tiba-tiba drop, kami juga kaget karena Narendra rajin berolahraga,” ujar Dewi.

Ia menambahkan, jika pedangdut berusia 38 tahun ini sudah lima hari dirawat di rumah sakit. “Narendra jarang mengeluh sakit. Sudah lima hari dirawat. Menurut dokter, ia mengidap meningitis,” imbuh Dewi.

Dewi menjelaskan, jika selama tiga tahun terakhir ini Narendra tidak makan nasi. “Selama tiga tahun belakangan ini, ia tidak makan nasi, makannya cuma sayur dan kue,” tutupnya.

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …