Selasa , Januari 23 2018
Home / News / Nasib Universitas Karya Dharma Makassar Diserahkan ke Menteri
Suasana di depan Universitas Karya Dharma Makassar (UKDM) Jalan WR Supratman, Selasa 14 Juni 2016. Kampus yang sebelumnya bernama Universitas Veteran Republik Indonesia (UVRI) ini diduga telah melakukan pelanggaran sehingga akan dikunjungi oleh tim evaluasi Kemenristekdikti / Foto : Masyudi Firmansyah
Suasana di depan Universitas Karya Dharma Makassar (UKDM) Jalan WR Supratman, Selasa 14 Juni 2016. Kampus yang sebelumnya bernama Universitas Veteran Republik Indonesia (UVRI) ini diduga telah melakukan pelanggaran sehingga akan dikunjungi oleh tim evaluasi Kemenristekdikti / Foto : Masyudi Firmansyah

Nasib Universitas Karya Dharma Makassar Diserahkan ke Menteri

MAKASSAR – Universitas Karya Dharma Makassar (UKDM) yang sebelumnya bernama Universitas Veteran Republik Indonesia (UVRI) terus ditempa masalah. Sesuai dengan temuan tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) setelah melakukan inspeksi terhadap PTS yang bermasalah di Makassar.

Kordinator tim EKA, Engkus Warno mengatakan berdasarkan evaluasi tersebut ditemukan sejumlah pelanggaran-pelanggaran yang marak terjadi. “Beberapa hari lalu kan sempat dilakukan evaluasi jadi temuan-temuan yang cukup membuktikan ada beberapa poin dan semuanya tercantum dalam berita acara,” jelasnya, Rabu 15 Juni 2016.

Ia menyebut jika beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh UKDM seperti pada Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT), Dokumen-dokumen akademik, dan juga jumlah rasio dosen.

Lihat juga : Ini Dugaan Pelanggaran Universitas Karya Dharma Makassar

“Itu gambaran secara umum saja, yang jelas ada beberapa yang ditemukan semuanya sudah dicatat sebagai bahan laporan untuk diajukan ke Kemenristek,” urainya.

Terkait dengan tindak lanjut Kemenristek mengenai pelanggaran yang dilakukan UKDM, ia mengatakan jika pihaknya masih akan menunggu keputusan dari Menteri.

Sebelumnya UKDM telah melakukan wisuda mahasiswanya sebanyak 971 orang pada 25 Mei 2016 yang lalu, namun acara wisuda itu belum mengantongi izin wisuda dari Kopertis Wilayah IX Sulawesi dan tak direstui Kemenristek Dikti.

Arul Ramadhan

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …