Sabtu , Februari 24 2018
Home / Komunitas / Pameran Foto “Para Penyintas” GFJA Makassar resmi dibuka
Wakil Walikota Makassar,  Syamsul Rizal MI membuka secara resmi pameran foto Dokumenter GFJA Makassar,  Senin Malam (26/9/2016), di Gedung Kesenian Makassar / foto Masyudi
Wakil Walikota Makassar, Syamsul Rizal MI membuka secara resmi pameran foto Dokumenter GFJA Makassar, Senin Malam (26/9/2016), di Gedung Kesenian Makassar / foto Masyudi

Pameran Foto “Para Penyintas” GFJA Makassar resmi dibuka

MAKASSAR – Pameran foto Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) resmi dibuka malam ini Senin (26/9/2016). Dengan mengusung tema “Para Penyintas” pameran foto kali ini mengadirkan puluhan karya dari enam fotografer yang tidak memiliki latar belakang di dunia fotografi. Pameran foto dari kelas dokumenter GFJA Makassar ini akan berlangsung hingga 2 Oktober 2016, di gedung Kesenian Societeit De Harmoie Makassar, Jalan Riburane.

Kepala Museum dan GFJA Jakarta Oscar Motullah mengatakan, pameran kali ini merupakan yang pertama kalinya digelar untuk kelas dokumenter GFJA Makassar. “Untuk kelas dokumenter ini yang pertama kali diadakan pameran foto. Di kota lain belum pernah ada,” kata Oscar pada acara pembukaan. Terlebih kelas dokumenter GJFA kali ini diisi oleh siswa yang tidak memiliki latar belakang tentang fotografi.

Keenam siswa kelas dokumenter GFJA yang memamerkan karya fotonya adalah Ardyanto Patandung, Dewi Lestari, Haryamin, Ratna Juwita, Vonny Harnelly, dan Wildan Setiabudi. “Hal ini menunjukkan keinginan mereka untuk belajar tentang dunia fotografi sangat besar. Dan kita harus mengapresiasinya,” jelas Oscar.

Sementara itu Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal yang turut hadir membuka acara ini mengaku bangga dengan karya-karya para siswa kelas GFJA Makassar. “Penguatan literasi di Kota Makassar sangat didukung dengan kehadiran foto jurnalistik,” kata Deng Ical sapaan akrabnya. Apalagi lanjut dia, jika foto yang ditampilkan merupakan kritik sosial. Hal itu dinilai bisa menjadi bahan introspeksi bagi pemerintah Kota Makassar khususnya. (C)

Andini Ristyaningrum

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …