Senin , Januari 22 2018
Home / Budaya / Pemkot Makassar dan Pemprov Sulsel kompak peringati tahun baru Islam
Masjid Al Markaz Al Islami (foto: Depag)
Masjid Al Markaz Al Islami (foto: Depag)

Pemkot Makassar dan Pemprov Sulsel kompak peringati tahun baru Islam

MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama Pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) kompak memperingati tahun baru Islam, 1 Muharram 1438 Hijriah. Dijadwalkan Pemkot Makassar bersama Pemprov Sulsel akan mengikuti do’a dan zikir bersama di Masjid Al Markaz Al Islami, Senin 3 Oktober 2016.

Keharmonisan yang selama ini ditunjukkan oleh Wali Kota Makasssar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto bersama Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo juga menjalar ke jajarannya.

Sebelumnya, di Lapangan Hasanuddin Sabtu (1/10) kemarin malam, tak kurang dari tujuh ratus anggota majelis taklim dan pelajar se – Kota Makassar tumpah ruah menyatu dengan jajaran Pemkot Makassar dan Pemprov Sulsel dalam Pawai Ta’aruf Hijratil Rasul memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1438 Hijriah.

Mereka membawa obor dan berjalan kaki dari Lapangan Hasanuddin di Jalan Jenderal Sudirman menuju Masjid Al Markaz Al Islami.

“Alhamdulillah. Tahun ini kita menyambut 1 Muharram 1438 Hijriah dengan semangat ukhuwah islamiyah. Pemkot Makassar dan Pemprov Sulsel juga dari Polda Sulsel dan Kodam VII Wirabuana bersama – sama memperingatinya,” kata Pelaksana Tugas Kabag Kesra Pemkot Makassar, Sirajuddin HY, Minggu 2 Oktober 2016.

Sementara itu, peringatan 1 Muharram 1438 Hijriah lingkup Pemkot Makassar akan dilaksanakan dengan menggelar zikir dan doa bersama.

Selama ini, Pemkot Makassar telah menelurkan sejumlah program dan kebijakan berbasis penguatan umat seperti MTQ Anak Lorong Tingkat Provinsi, penyerahan dana pembinaan di bidang mental dan spiritual bagi imam rawatib, guru mengaji, pemandi jenazah, ulama, dan hafiz Al Qur’an, serta penyerahan Infaq dan Sedekah pejabat Pemkot Makassar kepada Baznas Kota Makassar.

Sekertaris MUI kota Makassar, Ustad Maskur Yusuf menyampaikan pentingnya memperingati tahun baru Islam.
“Hukumnya Mubah atau boleh. Ini penting karena bagian dari syiar yang melahirkan pembelajar syariat. Apalagi jaman sekarang banyak umat Islam yg sudah tidak mengenal tahun baru bagi umat Islam,” ungkap Maskur.

Herman Kambuna

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …