Selasa , Januari 23 2018
Home / News / Pengacara Idris Keberatan Keterangan Ahli Dibacakan Jaksa
Bupati Barru, Andi Idris Syukur, di Pengadilan Tipikor Makassar, Senin 20 Juni 2016 / Herman
Bupati Barru, Andi Idris Syukur, di Pengadilan Tipikor Makassar, Senin 20 Juni 2016 / Herman

Pengacara Idris Keberatan Keterangan Ahli Dibacakan Jaksa

MAKASSAR – ‎Sidang kasus dugaan korupsi pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang mendudukkan Bupati Barru, Andi Idris Syukur, sebagai terdakwa kembali bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ‎Senin 20 Juni 2016.

Dalam persidangan itu, saksi ahli pidana hukum Prija Djatmika dan saksi ahli hukum tatanegara, I Gede Pantja Astawa, yang telah disiapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) berhalangan hadir di persidangan sehingga atas persetujuan majelis hakim keterangan para ahli tetap dibacakan oleh jaksa.

Jaksa Penuntut Umum, Adi Haryadi Anas,‎ mengatakan berdasarkan komitmennya dengan majelis hakim bahwa jaksa hanya bisa memanggil ahli selama tiga kali dengan alasan yang sama. Sehingga pembacaan keterangan ahli tetap dilanjutkan.

“Kita berikan alasan majelis hakim yakni terhadap ahli pidana mengalami gangguan kesehatan‎ dan yang bersangkutan tidak hadir ada keterangan dokternya,” tutur Adi usai persidangan.

Lihat juga: Pengedar ini Simpan Sabu-sabu Dalam Susu Bubuk

Adi mengatakan, sementara ahli pidana dari tata negara I Gede Pantja Astawa, juga berhalangan hadir karena mengikuti ujian promosi doktor, dimana ahli pidana tatanegara tersebut merupakan penguji untuk Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada perkara ini.

“Kedua ahli tidak dapat hadir untuk persidangan, kita sudah panggil secara patut,” ungkapnya.

‎Adi mengatakan, keterangan ahli itu sebagai pembuktian dipersidangan dan mereka sudah diambil sumpahnya oleh tim penyidik. “Sehingga kita mohon kepada majelis hakim untuk diberikan kesempatan untuk dibacakan didepan persidangan‎,” katanya.

‎Sementara pengacara, Andi Idris Syukur‎, Aliyas Ismail merasa keberatan mengigat isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ahli yang dibacakan Jaksa di pengadilan menjurus ke fakta-fakta yang sedikit menjerat kliennya.

“Kami keberatan dengan dibacakannya pendapat saksi ahli itu dengan alasan hukumnya, berdasarkan pasal 1852 yang dianggap keterangan saksi sebagai alat bukti adalah apa yang diucapkan di dalam pesidangan,” katanya.

Lihat juga: Ini Data Aksi Sadis Begal yang Menewaskan Korbannya

Menurut dia, jika dilihat dari pertanyaan yang diajukan penyidik dalam BAP, menurutnya itu sudah mengarahkan ke kasus tertentu dalam bentuk kasus kliennya. “Nah hal ini kan tidak dibenarkan‎, bahkan ahli telah memberikan suatu fakta,” katanya.

Aliyas menjelaskan, bahwa sebagai saksi ahli, tidak bisa memberikan pendapatnya terhadap fakta, apalagi kata Dia dalam memberikan kesimpulan. Sehingga itulah sebabnya, sejak awal sudah menyatakan merasa keberatan dibacakannya, meski begitu ia memberikan sepenuhnya kepada majelis hakim.

“Nah kalau kita mendengarkan tadi mencermati BAP yang dibacakan oleh saudara jaksa itu sangat jelas sekali bahwa pertanyaan itu diarahakn ke kasus terdakwa, ahli juga terjebak dalam memberikan suatu keterangan,” katanya.

Herman Kambuna

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …