Rabu , Januari 24 2018
Home / Headline / Pengusaha Gowa Diduga Pemilik Uang Rp 4 Miliar yang Dikembalikan Tersangka Korupsi
Uang kerugian negara sebesar Rp 4 Miliar yang dikembalikan kepada Kejaksaan
Uang kerugian negara sebesar Rp 4 Miliar yang dikembalikan kepada Kejaksaan

Pengusaha Gowa Diduga Pemilik Uang Rp 4 Miliar yang Dikembalikan Tersangka Korupsi

MAKASSAR – Uang korupsi senilai Rp 4 miliar yang dikembalikan Irsan Syarifuddin, tersangka kasus korupsi pengadaan alat kesehatan pada Rumah Sakit Batara Guru, Belopa, diduga bersumber dari pengusaha ternama di Kabupaten Gowa. Pengusaha tersebut diketahui adalah bos atau orang dekat dari Irsan Syarifuddin.

Pengusaha itu juga disebut-sebut terlibat dalam kasus yang merugikan negara Rp 8,3 miliar ini. Informasi yang dihimpun, hal tersebut dikuatkan hasil temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bahwa ada duit Rp 8 miliar yang sumbernya tidak jelas, ditemukan di rekening istri pengusaha tersebut.

Diduga, untuk menutupi peran pengusaha yang merupakan ketua salah satu asosiasi pengusaha itu dalam kasus tersebut, maka dibuatlah rekayasa pengembalian kerugian seolah-olah dari Irsan, yang dalam proyek itu bertindak sebagai rekanan.

Kepala Kejari Belopa, Zet Tadung Allo, tidak membenarkan tapi juga tidak menampik soal adanya dana tidak jelas, hasil temuan PPATK, mengalir di rekening istri kontraktor besar di Gowa itu. “Kami akan telusuri dulu apa ada kaitannya dengan kasus itu,” kata Zet dengan nada terbata-bata saat dihubungi, Rabu, 30 Maret 2016.

Lihat juga: Uang Korupsi Rp 4 miliar yang Dikembalikan Lebih Rp 2 Juta

Menurut Zet, pihaknya terlebih dulu akan menelusuri lebih jauh rekening Hamsina, istri Irsan, yang mewakili pengembalian kerugian tersebut. Dia mengaku telah mendapatkan kuasa dari Hamsina untuk mengecek sumber uang di rekeningnya.

“Tapi kami harus koordinasikan dulu dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ujar mantan penyidik KPK ini.

Proyek yang dikerjakan pada 2012-2013 ini senilai Rp 26 miliar dan bersumber dari APBN. Namun setelah diaudit oleh oleh badan pemeriksa keuangan (BPK) RI perwakilan Sulsel, ditemukan kerugian negara sebesar Rp 8,3 miliar.

Pengembalian kerugian negara tersebut diberikan oleh Istri tersangka, Hamsinah sekira pukul 18.30 wita, Senin, 28 Maret 2016. Didampingi oleh kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Belopa Zet T.A dan disaksikan langsung oleh kepala Kejati Sulselbar Hidyatullah serta Asisten Intelejen Marang, Koordinator bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus), Noer Adi.

Dana tersebut disetor pada rekening BRI sebagaimana yang ditunjuk oleh negara dalam hal ini, Kementrian Keunagan. “Penyetoran itu statusnya dalam bentuk titipan, ketika perkara ini sudah Incraht atau berkekutan hukum tetap, baru bisa dikembalikan ke khas negara,” papar juru bicara Kejati Sulselbar, Salahuddin.

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …