Selasa , Januari 23 2018
Home / News / Perak Laporkan Temuan Korupsi Pembangunan Pasar Parigi Bone
Bukti penyerahan laporan dugaan korupsi pembangunan Pasar Parigi Kabupaten Bone / Foto : Herman Kambuna
Bukti penyerahan laporan dugaan korupsi pembangunan Pasar Parigi Kabupaten Bone / Foto : Herman Kambuna

Perak Laporkan Temuan Korupsi Pembangunan Pasar Parigi Bone

MAKASSAR – Lembaga Pendidikan Rakyat Anti Korupsi (Perak) Institute menemukan indikasi dugaan korupsi yang terdapat pada pengelolaan pembangunan Pasar Parigi, Desa Sengengpalie, Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone yang menggunakan Dana Alokasi Khusus tahun 2014-2015.

Menurut Kepala Bidang Investigasi dan Advokasi Perak, Mukmin, dana itu dikucurkan oleh pemerintah sebesar Rp 7,4 miliar tidak sesuai dengan mekanisme dan diduga telah menimbulkan korupsi dalam proses pembangunannya.

“Salah satu yang sangat signifikan dalam dugaan praktik korupsi tersebut adalah proyek pembangunan ulang pasar yang dilakukan oleh koperasi Bonbar yang notabenenya merupakan koperasi yang dibuat oleh anggota DPRD kabupaten Bone,” kata Mukmin, kepadaMAKASSARTERKINI.com Sabtu 1 Juli 2016.‎

Mukmin mengatakan, Koperasi Bonbar yang dibuat oleh anggota DPRD Bone yaitu Syaifullah Latif bersama dengan beberapa rekannya H. A. Haikal (ketua), Mardatilla Latif ( Sekretaris), H. Wahe (koordinator), dan saudara H. Syamsir (bendahara).

Lihat juga : Polisi Tetapkan Rekanan Tersangka Kasus Korupsi Laboratorium UNM

Lebih lanjut Mukmin mengatakan, pembangunan pasar Parigi yang dilaksanakan oleh koperasi Bonbar tahun 2015 lalu, patut diduga terdapat suap-menyuap, penyalahgunaan wewenang, perbuatan curang, dan kongkalikong dalam pembangunan ulang serta pembagian lapak, lods, dan kios.

“Berdasarkan laporan dari pedagang yang telah berjualan selama puluhan tahun di pasar tersebut, proses pembangunan ulang pasar serta pembagian lapak, lods, serat kios telah dilakukan secara sepihak oleh Syaifullah Latif,” tambah Mukmin.

‎Selain itu dalam pembangunan pasar terlibat Camat A. Suherman, kepala desa Sengengpalie Mardatilla Latif, kapolsek Lappariaja AKP, Zainuddin, S.Sos, serta pengurus Ketua koperasi Bonbar H. A. Haikal.

Mukmin menjelaskan, bahwa modus-modus yang diduga dilakukan Syaifullah Latif selaku ketua pelaksana proyek pembangunan ulang pasar Parigi, yaitu dana Alokasi Khusus yang diturunkan oleh pemerintah untuk pembangunan ulang pasar Parigi semata-mata dengan alasan mengurasi kemacetan yang terjadi jika ada waktu pasar.

“Sementara dalam pembangunannya tidak ada perbaikan parkiran yang dilakukan sehingga kemacetan masih terus terjadi apalagi jika bersamaan dengan hujan dan hari pasar,” ungkapnya.

Lihat juga : Ngaku Polisi, William Diamuk Warga Jalan Toddopuli

Menurut Mukmin, dana yang turun ke pemerintah kabupaten Bone yang tadinya bernilai Rp 7,4 milyar hanya sampai Rp 6,8 milyar dengan dalih ada pajak yang harus dibayarkan oleh pemenang tender.

Lebih lanjut Mukmin, pada saat pasar darurat, Syaifullah Latif bersama rekannya mendirikan koperasi Bonbar untuk mengatur para pedagang yang berjualan di pasar Parigi. “Pembebasan lahan dialokasikan tersendiri sebesar Rp 250.000.000 namun, hanya terbayarkan Rp. 30.000.000 itu pun hanya untuk empat orang yang memiliki PBB, dari enam orang yang rumahnya terkena pembebasan lahan,”

Temuan korupsi ini, kata Mukmin, sudah diserahkan ke Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) pada Kamis, 30 Juni 2016, untuk kemudian ditindak lanjuti dengan memanggil sejumlah pihak yang terlibat didalam pembangunan pasar Parigi tersebut.

“Kami sudah serahkan laporannya ke Kejati dan berharap untuk segera memeriksa oknum-oknum yang diduga telah melakukan kongkalikong dalam pembangunan ulang Pasar Parigi, Desa Sengeng Palie, kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone,” tutupnya.

Herman Kambuna

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …