Sabtu , Februari 24 2018
Home / News / Pihak Idris Syukur Bantah Penaniayaan Nurdin Punya Kaitan dengan Pilkada
penganiayaan - ilustrasi

Pihak Idris Syukur Bantah Penaniayaan Nurdin Punya Kaitan dengan Pilkada

BARRU,MAKASSARTERKINI.COM – Kasus penganiyaan Nurdin yang diduga dilakukan oleh tim sukses Andi Idris Syukur dibantah keras Juru Bicara Andi Idris Syukur, Arif Saleh.

“Sama sekali tidak ada atas nama, tim dalam kasus penganiayaan tersebut, pengeroyokan yang terjadi tersebut sama sekali diluar dari pengetahuan kami, kemungkinan itu terjadi karena persoalan mereka (pribadi), namun tidak sama sekali terbawa persoalan politik, dan kasus yang menimpa Bapak Bupati sekarang,” kata Arif melalui selulernya, Jumat 1 April 2016.

Arif, juga mengatakan, setelah Pilkada selesai secara otomatis juga telah membubarkan istilah Tim. “Sudah tidak ada tim lagi,” katanya.

Baca juga: Lurah dan Staf PDAM di Barru Ditetapkan Tersangka Penganiayaan Nurdin

Arif berharap, kasus ini tidak lagi menyeret-nyeret nama Idris Syukur dan Suardi Saleh. Apalagi, Idris sejak dulu tidak pernah mengarahkan atau mengintruksikan melakukan tindakan anarkis.

“Ini juga tanpa sepengetahuan Pak Bupati. Jangan membawa-bawa nama beliau. Kasihan. Kita minta semua pihak bisa menahan diri, dan jangan melakukan provokasi berlebihan, ” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, Nurdin yang juga mantan tim sukses pemenangan pasangan Bupati-Wakil Bupati Barru, Malkan Amin-Salahuddin Rum diculik di rumahnya di Kampung Pude’e, Kelurahan Takkalasi, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru pada Rabu 30 Maret 2016 sekitar pukul 23.00 Wita, oleh delapan orang.

pelaku memukulinya saat dirinya dimasukkan kedalam mobil Avansa. Akibatnya korban menderita luka dibagian mulut dan sempat diancam untuk dibunuh.

Nurdin juga mengaku dipaksa mengakui bila salah satu akun media sosial Facebook, yang memposting berita tentang kasus bupati Barru disebuah group kabupaten Barru.

Setelah Nurdin melapor ke Polres Barru, akhirnya ditetapkan delapan tersangka dalam kasus dugaan penaniayaan ini, salah satunya merupakan lurah Sumpang Minangae, Andi Mustafa Alias bau Cibu dan Farid staf PDAM Kabupaten Barru, Arifuddin honorer Dinas Perhubungan kabupaten Barru, lalu lima warga Barru masing-masing Rusdi, Jamaluddin, Andi Jaya, H Sahlan dan Arysad.

Penulis: Acca Ajatappareng

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …