Selasa , Januari 23 2018
Home / News / PSM Kalah, Penonton: Luciano Pulang Kampung Saja
Suporter PSM menyalakan kembang api dan petasan dalam laga uji coba melawan Persipura, Selasa 19 April 2016 / Foto: Masyudi Syachban
Suporter PSM menyalakan kembang api dan petasan dalam laga uji coba melawan Persipura, Selasa 19 April 2016 / Foto: Masyudi Syachban

PSM Kalah, Penonton: Luciano Pulang Kampung Saja

MAKASSAR – Para penonton yang kecewa dengan kekalahan PSM dengan skor 0-2 saat menjamu Persipura Jayapura dalam laga uji coba segitiga di Stadion Mattoangin, Selasa 19 April 2016, malam. Kekesalan tersebut mulai tampak saat gawang Pasukan Ramang jebol 0-1.

Puncak kekecewaan para penonton usai wasit membunyikan pluit pertanda pertandingan telah usai. Puluhan penonton bagian VIP Selatan langsung melempari para pemain dan tim official Persipura dengan botol bekas air mineral. Akibatnya para pemain dan tim official beserta pelatih kembali ke tengah lapangan.

Baca juga: Jafri Sastra Beber Kelemahan PSM Makassar

“Memang penonton ini yang bikin ribut, dan langsung melempari tim Persipura,” tutur Koordinator kelompok suporter VIP Selatan, Erwinsyah, Selasa malam 19 April.

Terjadinya pelemparan tersebut bukti kekecewaan para penonton lantaran tim kebanggaannya takluk dikandang sendiri. “Yang jelasnya yang melempar itu bukan kelompok suporter, tapi penonton biasa,” ucap dia.

Selain itu, sejumlah penonton dibagian VIP Utama juga meneriaki pelatih PSM, Luciano Leandro. Dengan menyuruhnya pulang kampung halamannya di Brasil karena tidak mampu memetik kemenangan dikandang sendiri.

Kelompok suporter PSM juga tak bisa menahan rasa kekecewaannya karena tim kesayangannya ditekuk dengan skor 0-2. Sehingga, mereka mencoba meneror pemain Persipura dengan menyalakan lampu laser tepat ke arah mereka. Kemudian menyalakan flare, kembang api hingga petasan yang mampu menganggu kosentrasi pemain.

Baca juga: Sebut Bermental Buruk, Luciano Aminkan Keinginan Muchlis Hadi

Pelatih Persipura, Jafri Sastra mengaku tindakan suporter PSM memang mengganggu konsentrasi pemain dalam lapangan. Ia pun langsung menarik pemainnya saat petasan mulai bergemuruh dalam Stadion Mattoangin. “Kami berharap suporter Indonesia bisa lebih kreatif, dengan membuat nyanyian tanpa ada petasan seperti di Eropa,” ucap Jafri.

Khiyar

 

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …